banner babe

Preview Tunggal Putra di Piala Sudirman 2019

Penulis: Yusuf Efendi
Rabu 15 Mei 2019, 21:00 WIB
Preview Tunggal Putra di Piala Sudirman 2019

Kento Momota/[Foto:Thestar]

Berita Badminton: Dalam karier yang relatif muda sejauh ini, Kento Momota memiliki prestasi yang tidak dimiliki banyak pemain hebat. Medali emas Kejuaraan Dunia (2018) dan Piala Thomas (2014) telah menempatkannya dalam kategori langka juara yang mampu menemukan kesuksesan di turnamen beregu dan individual.

Dalam beberapa hari, Momota memiliki kesempatan untuk menambah gelarnya saat memimpin Jepang di BWF Piala Sudirman 2019. Jepang belum pernah memenangkan gelar kejuaraan bergengsi beregu campuran itu. Mengingat mereka memiliki para bintang di semua sektor, edisi tahun ini mungkin menghadirkan peluang emas. Untuk itu, banyak hal akan bergantung pada sentuhan emas Momota di tunggal putra.

Melawan empat pemain yang mungkin diturunkan dari Thailand dan Rusia di babak penyisihan grup, yakni  Khosit Phetpradab, Sitthikom Thammasin, Kantaphon Wangcharoen dan Vladimir Malkov, Momota belum pernah sekalipun kalah dalam sepuluh pertandingan melawan keempat pemain tersebut dan dengan demikian Momota percaya diri akan bisa memberikan awal yang kuat bagi timnya.

Indonesia di Grup 1B, penuh dengan kepercayaan diri di tunggal putra, mengingat mereka memiliki dua pemain yang merupakan pemain generasi baru penuh talenta, yakni Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting. Jonatan telah berkembang menjadi pemain yang lebih konsisten sejak meraih medali emas Asian Games 2018 lalu. Tahun ini ia mencapai semifinal Indonesia Masters dan Malaysia Open 2019, dan akan tiba di Nanning dengan gelar New Zealand Open yang ia raih dua pekan lalu.

Anthony Ginting memiliki lebih banyak masalah dengan konsistensi, tetapi penampilannya di Singapore Open dengan mencapai babak final akan memberinya banyak kepercayaan diri.

Denmark juga tidak memiliki masalah di tunggal putra, dengan Viktor Axelsen, Anders Antonsen dan Rasmus Gemke siap diturunkan oleh tim. Axelsen berada dalam kondisi baik musim ini, sementara Antonsen, dengan kemenangannya atas Momota di final Indonesia Masters 2019 lalu, menunjukkan bahwa ia kini telah dewasa dan siap mengemban tugas penting.

Taiwan berada di Grup 1C, memiliki dua pemain kuat yakni di Chou Tien Chen dan Wang Tzu Wei. Chou mengalami musim naik-turun, tetapi ia akan tiba di Nanning setelah melangkah ke ke semifinal di Singapora Open dan Kejuaraan Asia 2019 lalu.

Hong Kong akan sangat bergantung pada Angus Ng Ka Long untuk meraup poin. Angus tampil baik sejauh ini, setelah mencapai semifinal di All England dan final New Zealand Open 2019.

Grup 1D kemungkinan akan menampilkan beberapa pertempuran tunggal putra yang menghibur. China harus memilih antara Chen Long dan Shi Yuqi. Shi telah melakukan sedikit lebih baik daripada Chen musim ini dengan gelar di Swiss Open, semifinal All England dan final di Kejuaraan Asia, sementara performa terbaik Chen adalah meraih runner-up di Malaysia Masters 2019.

India, dengan Kidambi Srikanth dan Sameer Verma di tim mereka, akan percaya diri mampu meraih pertunjukan yang bagus. Kidambi kandas di beberapa perempat final selama setahun terakhir, namun perjalanan terakhirnya di India yang lolos ke final akan sangat melegakan. Baik Srikanth maupun Verma tidak akan diintimidasi oleh lawan mereka di grup, dan diprediksi mampu membawa India melangkah lebih jauh di kejuaraan.

Artikel Tag: kento momota, Chen Long, Shi Yuqi, Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, Kidambi Srikant, Piala Sudirman 2019

1985  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini