All England Tahun Depan Terancam Dibatalkan Setelah Inggris Dilanda Krisis

Penulis: Yusuf Efendi
Minggu 04 Okt 2020, 02:30 WIB
All England Tahun Depan Terancam Batal Setelah Inggris Krisis

Marcus Ellis/[Foto:SinaSports]

Berita Badminton: Wabah pandemi Covid-19 telah melanda semua lapisan masyarakat di seluruh dunia. Meski kejuaraan bergengsi All England 2020 digelar ditengah keraguan dan menjadi ajang terakhir sebelum penangguhan BWF World Tour, namun untuk tahun depan turnamen terancam akan ditunda untuk pertama kalinya setelah Perang Dunia II karena krisis keuangan.

Pandemi Covid-19 telah menyebabkan "kekacauan besar" dalam kompetisi bulu tangkis internasional. Federasi Badminton Dunia (BWF) pekan lalu mengumumkan bahwa musim ini akan ditunda hingga Januari tahun depan, dan dua World Tour Asia dan World Tour Finals 2020 akan diadakan di Bangkok, Thailand.

Artinya, Malaysia, Indonesia, dan Thailand Masters yang semula dijadwalkan Januari tahun depan semuanya menghadapi guncangan. Namun guncangan itu tidak hanya sampai di situ saja karena ia dibukukan untuk menggelar kejuaraan All England dengan total hadiah 1,1 juta dollar AS atau berkisar 16 miliar rupiah di Birmingham Arena, Inggris mulai 17-21 Maret tahun depan, berkenaan dengan kesulitan keuangan, krisis yang sempat dihentikan untuk pertama kalinya sejak tahun 1946.

Ketua Pelaksana Federasi Badminton Inggris, Adrian Christie mengatakan, pemerintah tidak mengizinkan perpanjangan larangan masuk penonton di acara olahraga.

Menurut laporan British Broadcasting Corporation (BBC), pemerintah Inggris telah memutuskan untuk memperpanjang perintah izin lapangan olahraga setidaknya hingga akhir Maret tahun depan karena gelombang kedua pandemi Covid-19.

Ini merupakan kemunduran yang parah bagi keuangan Federasi Badminton Inggris, karena pendapatan dari kompetisi yang menjadi tuan rumah adalah sumber utama pendapatan keuangan klub.

Christie mengatakan dalam sebuah pernyataan di situs klub: "Kami menghadapi kemungkinan nyata bahwa Kejuaraan All England akan ditangguhkan untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II. Pengumuman pemerintah berarti bahwa jika situasinya tidak membaik, kami harus menghadapi penonton dalam enam bulan ke depan. Masih tidak diizinkan masuk," katanya.

“Saya sangat prihatin dengan keberlanjutan finansial Federasi Badminton Inggris, terutama Kejuaraan All England adalah sumber utama keuangan kami. Karena situasi pandemi, jumlah penonton dalam kompetisi tahun ini terbatas, kami menghadapi kerugian 1,75 juta pound di tahun finansial ini."

Dia mengatakan bahwa bantuan keuangan yang diberikan oleh pemerintah Inggris di tengah krisis ini akan menjadi harapan untuk menyelamatkan All England tahun depan.

"Saya menyerukan kepada pemerintah untuk memberikan bantuan keuangan sebesar 1 juta pound, yang akan melindungi All England dan mengurangi tekanan pada sebagian besar orang yang berpartisipasi dalam olahraga di negara tersebut," tambahnya dalam sebuah pernyataan.

Artikel Tag: All England, Inggris, krisis

1383  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini