Berita Tinju: Manajer Wladimir Klitschko Sebut Tyson Fury Tidak Pantas Menjadi Juara

Penulis: Hanif Rusli
Sabtu 01 Okt 2016, 16:34 WIB
Berita Tinju: Manajer Wladimir Klitschko Sebut Tyson Fury Tidak Pantas Menjadi Juara

Bernd Boente (kanan) dan Wladimir Klitschko

Ligaolahraga – Berita Tinju: Terungkapnya hasil positif kokain dalam tes urine milik juara dunia tinju kelas berat Tyson Fury mengundang kecaman dari promotor Wladimir Klitschko, Bernd Boente. “Fury juara kelas berat paling tidak pantas dalam sejarah tinju,” ujarnya, Kamis (29/9).

Tidak pantasnya Fury menjadi juara, kata Boente lagi, bukan hanya karena terungkapnya hasil positif kokain ini. Melainkan juga karena semua perilaku negatifnya. Dari komentarnya yang merendahkan perempuan, anti-Semitik, sampai homophobik. “Semuanya terdokumentasi dengan jelas,” katanya.

Dengan terungkapnya hasil positif kokain Fury, Boente berharap para organsiasi tinju segera bertindak cepat. “Wladimir berada dalam periode terlama dalam kariernya tidak naik ring gara-gara Fury,” tandasnya. “Dia ingin bertarung memperebutkan gelar sebelum akhir tahun ini.”

Yang bikin Boente tambah geram adalah ini bukan kali pertama Fury positif mengonsumsi obat-obatan terlarang. Dalam pertarungan pertama antara kedua petinju pada November 2015, petinju Inggris itu ternyata dinyatakan positif memakai steroid Nandrolone.

Namun tes yang dilakukan oleh United Kingdom Anti-Doping Association (UKADA) itu baru diumumkan tujuh bulan setelah pertarungan. Fury pun dijadwalkan menghadiri sidang UKADA pada 4 November mendatang dan bisa berujung batalnya kemenangan Fury atas Klitschko.

Tapi bagi Boente, UKADA sudah bertindak sangat telat. “Saya merasa sangat menyesal UKADA tak pernah terbuka soal ini dengan kami,” ujar Boente. “Tahu begitu, kami akan bersikeras VADA (Voluntary Anti-Doping Association) yang melakukan tes sebelum pertarungan pertama.”

Untuk duel ulang Fury-Klitschko, tes dilakukan oleh VADA pada 22 September silam. Hasilnya, sampel urine A Fury dinyatakan positif benzoylecgonine, bahan utama kokain yang jelas terlarang. Tapi Fury masih bisa mengajukan tes pada sampel B.

Jika benar-benar positif, Fury hampir pasti harus merelakan gelar WBA, WBO dan IBO yang direbutnya dari tangan Klitschko. Apalagi organisasi-organisasi tinju yang terkait sudah meminta laporan medis Fury untuk mengetahui status si petinju.

Jika permintaan tersebut tidak dipenuhi, mereka akan menarik gelar-gelar Fury dengan alasan tidak melakukan aktivitas bertinju. Fury sendiri sudah kehilangan gelar IBF yang juga direnggutnya dari Klitschko karena tak bisa melakukan tarung wajib melawan Vyacheslav Glazkov.

Pasalnya, dalam kontrak duel pertama Firy-Klitschko, terdapat klausal pertarungan ulang. Jadi hanya 10 hari Fury sempat memegang gelar IBF. Toh partai ulang sudah dua kali dijadwalkan, 9 Juli dan 29 Oktober, tapi akhirnya tidak jadi dilaksanakan karena berbagai alasan.

Pada jadwal 9 Juli yang akan diselenggarakan di Manchester Arena, kota kampung halaman Fury, si petinju menyatakan menarik dari pertarungan itu pada akhir Juni. Dia beralasan dirinya mengalami cedera engkel saat latihan berlari dan diminta beristirahat sekitar enam pelan.

Ketika pertarungan dijadwal ulang pada 29 Oktober, kedua pihak setuju melakukan konferensi pers pada 5 September di London. Namun batal karena alasan yang tak diungkapkan sehari sebelumnya.

Lalu konferensi pers tersebut kembali dijadwal ulang pada 12 September, juga di London. Klitschko dan promotornya sudah datang, namun sang juara bertahan malah tidak menampakkan batang hidungnya. Alasannya, mobilnya mogok.

Artikel Tag: Tyson Fury, Wladimir Klitschko, Bernd Boente, Tinju

738  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini