PV SIndhu: Cederanya Marin Tak Akan Bikin Segalanya Mudah

Penulis: Yusuf Efendi
Jumat 08 Feb 2019, 22:40 WIB
PV SIndhu: Cederanya Marin Tak Akan Bikin Segalanya Mudah

Momen Carolina Marin Cedera di Indonesia Masters 2019/[Foto:Sportstarlive]

Berita Badminton : Meskipun Carolina Marin dipastikan akan absen dalam waktu yang cukup lama, namun peraih medali perak Olimpiade Rio, PV Sindhu mengatakan bahwa 15 pemain top dunia berada pada level yang sama dan absennya satu pemain tidak akan membuat perbedaan besar dalam turnamen.

“Meskipun Carolina tidak bermain, itu tidak akan mudah. Ada pemain yang sangat bagus dari China, Jepang dan Thailand. Para pemain peringkat 15 besar berada di level yang sama. Kadang-kadang Anda bisa bermain cemerlang, memberi lebih dari 100 persen, tetapi mungkin membuat beberapa kesalahan sendiri. Kadang-kadang pikiran Anda mungkin tidak berfungsi, strateginya mungkin tidak berhasil,” kata Sindhu, di sela-sela Mission Sports, sebuah program pendidikan olahraga untuk sekolah-sekolah di seluruh India.

Meskipun begitu, juara BWF World Tour Finals 2018 itu yakin akan mampu memenangkan medali emas Kejuaraan Dunia 2019 mendatang, setelah kalah dua kali beruntun dari Nozomi Okuhara (2017) dan Carolina Marin (2018).

“Ya, dua kali terakhir itu hanya perak. Saya berharap memenangkan emas kali ini. Ini adalah salah satu turnamen terbesar dan tidak ada yang akan memberikannya dengan mudah. Ini hanya tentang memberikan yang terbaik,” ungkapnya.

Setelah memilih absen dari turnamen awal musim di Malaysia Masters karena jadwal yang padat, Sindhu merasa bahwa mempertahankan level kebugaran akan menjadi kunci untuk kualifikasi Olimpiade, yang akan dimulai pada 30 April 2019 mendatang.

“Fase kualifikasi adalah periode yang penting, jadi kami perlu untuk memilih dan memilah turnamen. Kami harus tertarik pada bagaimana kami bermain dan memperbaiki kesalahan."

"Semua orang bertujuan untuk Tokyo 2020 dan ada banyak pemain bagus dan itu tidak akan mudah," Sindhu menambahkan.

Sejak tahun 2018, Federasi Badminton Dunia (BWF) telah mewajibkan pebulutangkis peringkat 15 besar dunia untuk bermain setidaknya 12 turnamen dalam satu musim. Untuk memutuskan turnamen mana yang akan diikuti, Sindhu mengatakan bahwa itu tergantung pada pelatih dan dirinya dalam menentukan beban kerja.

“Itu tergantung apakah kamu bisa memberi 100 persen atau tidak. Bagi saya, setiap turnamen adalah untuk memberikan segalanya. Ini bukan hanya tentang berpartisipasi dan kembali. Ini tentang membahas situasi dengan pelatih dan memilih turnamen," tegas Sindhu.

Artikel Tag: PV Sindhu, carolina marin, olimpiade tokyo 2020, Kejuaraan Dunia 2019

726  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini