BWF Tengah Cari Solusi Untuk Bisa Menggelar Turnamen di China

Penulis: Yusuf Efendi
Sabtu 11 Jul 2020, 18:30 WIB
BWF Tengah Cari Solusi Untuk Bisa Menggelar Turnamen di China

Shi Yuqi-Kento Momota/[Foto:AFP]

Berita Badminton : Federasi Badminton Dunia (BWF) tengah mencari lebih banyak informasi dari China tentang keputusannya untuk membatalkan semua olahraga internasional di negara itu tahun ini sebelum ia membuat keputusan pada masa depan kejuaraan BWF World Tour Finals yang akan diadakan pada akhir musim.

BWF World Tour Finals 2020, yang dijadwalkan berlangsung di Guangzhou pada 16-20 Desember, tanggalnya telah dipindahkan satu kali karena mewabahnya pandemi Covid-19 di seluruh dunia.

Administrasi Umum Olahraga China mengeluarkan dokumen kebijakan pada hari Jumat (10/7) di mana satu-satunya acara olahraga internasional diizinkan di negara itu tahun ini adalah uji coba untuk Olimpiade Musim Dingin 2022 di Beijing.

"BWF berada dalam kontak dekat dengan mitra terkait termasuk Asosiasi Badminton China (CBA) untuk mendapatkan kejelasan lebih lanjut tentang situasi dan bagaimana ini mempengaruhi Kalender Turnamen BWF 2020," katanya dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu (11/7).

Turnamen China Masters World Tour Super 300 di Lingshui pada bulan Agustus juga telah dibatalkan. China Open di Changzhou mulai 15-20 September dan turnamen Fuzhou China Open mulai 3-8 November masih terdaftar di kalender BWF saat ini.

Sebelumnya diberitakan bahwa Federasi Badminton Dunia (BWF) yang berencana untuk memulai kembali turnamen internasional, mengalami kemunduran besar ketika China mengumumkan pembatalan semua acara olahraga yang tersisa kecuali uji coba Olimpiade Musim Dingin tahun ini.

Menemukan tempat alternatif untuk menjadi tuan rumah World Tour Finals ketika dunia bergulat dengan Covid-19 bukanlah tugas yang mudah bagi BWF. Selain itu, World Tour Finals adalah kejuaraan dengan bayaran tertinggi dengan hadiah uang sebesar $ 1500.000 atau berkisar 22 miliar rupiah.

Artikel Tag: BWF, World Tour Finals, badminton china, Pandemi Covid-19

385  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini