Situasi Politik Thailand Kurang Mendukung Untuk Tuan Rumah BWF Tour Asia

Penulis: Yusuf Efendi
Selasa 22 Sep 2020, 15:30 WIB
Situasi Politik Thailand Kurang Mendukung Untuk Gelar BWF Tour Asia

Podium Ganda Campuran All England 2020/[Foto:PBSI]

Berita Badminton : Bisakah Thailand menjadi tuan rumah untuk tiga leg Asia yang diusulkan dari World Tour Federasi Badminton Dunia (BWF) pada bulan November mendatang?

Sementara situasi pandemi Covid-19 sangat terkendali di Land of Smiles, hal yang sama tidak berlaku untuk keadaan politik di Negeri Gajah Putih tersebut.

Diketahui bahwa ribuan pengunjuk rasa turun ke jalan di Bangkok pada Sabtu (19/9) lalu yang menuntut pembatasan kekuasaan dan anggaran keluarga kerajaan.

Meskipun masih terlalu dini untuk memperkirakan apakah hal itu akan memengaruhi harapan Federasi Badminton Thailand (BAT) untuk menghadirkan acara-acara papan atas ini ke negara tersebut, perkembangan terkini pasti akan menjadi salah satu faktor kunci yang akan dipertimbangkan oleh BWF dan penyelenggara.

Kompetisi yang menguntungkan ini terdiri dari dua turnamen Open dan satu World Tour Finals akhir musim, yang akan berlangsung selama tiga minggu berturut-turut mulai dari 10-15 November.

Sebuah kejuaraan akan memperebutkan hadiah dengan total US $ 1mil (RM4.13mil) atau berkisar 15 miliar rupiah, untuk setiap turnamen Open, sementara pundi-pundi hadiah untuk Finals Tour adalah US $ 1.5mil (RM6.19mil) atau berkisar 22,5 miliar rupiah.

Manajer Hubungan Internasional Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Bambang Rudy Roedyanto yakin pihak penyelenggara akan mengambil keputusan berdasarkan masuknya pemain-pemain papan atas.

"Partisipasi pemain top akan menjadi kunci apakah turnamen Open akan berlangsung," cuit Rudy, yang juga ketua panitia acara Federasi Badminton Asia.

Baru-baru ini terbukti bagaimana pemain top dapat menentukan nasib suatu acara.

BWF harus menunda kejuaraan Piala Thomas dan Uber dan membatalkan Denmark Masters menyusul serentetan pengunduran diri dari tim-tim papan atas termasuk tim bulu tangkis Indonesia dan Korea Selatan.

Denmark Open, yang akan diadakan di Odense, dari 13-18 Oktober adalah satu-satunya acara yang dipertahankan tetapi lapangan kemungkinan besar akan diisi oleh para pemain Eropa.

Tetapi Thailand dapat bersyukur bahwa Malaysia dan Indonesia telah menyatakan kesediaan mereka untuk mengirim pebulutangkis mereka jika mereka mendapat lampu hijau untuk menjadi tuan rumah.

Artikel Tag: thailand, BWF, Asia

781  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini