Joan Mir Minta Aturan Track Limit Dipertegas Lagi

Penulis: Abdi Ardiansyah
Selasa 01 Jun 2021, 13:15 WIB
Joan Mir

Joan Mir

Berita MotoGP: Joan Mir, pebalap Suzuki Ecstar, meminta agar regulasi soal batas lintasan lebih dipertegas supaya Race Direction mampu mengambil keputusan dengan baik.

Joan Mir dan Miguel Oliveira terbukti melanggar regulasi track limit saat keluar dari Tikungan 6 pada lap terakhir MotoGP Italia, Minggu (30/5/2021). FIM telah memperkenalkan aturan track limit, menyatakan bahwa siapa pun yang menyentuh area hijau pada lap terakhir, maka secara otomatis akan turun satu posisi.

Awalnya, Oliveira diputuskan menerima hukuman turun satu posisi akibat melanggar track limit. Namun, keputusan tersebut akhirnya dibatalkan karena Mir juga melakukan hal serupa.

Regulasi track limit MotoGP pada musim ini, yang menggunakan sistem sensor tekanan untuk melihat setiap pelanggaran secara akurat, dalam beberapa kesempatan telah menyebabkan keputusan yang kontroversial. Salah satunya yang menimpa Maverick Vinales di MotoGP Portugal.

Mir pun menilai, aturan track limit harus dipertegas dengan alasan keselamatan. Tetapi, dalam situasi balapan pada lap terakhir, Race Direction harus mengambil pendekatan yang lebih masuk akal.

“Pada lap terakhir, Anda harus selalu berhati-hati dengan itu karena ada beberapa poin yang tidak bisa Anda hindari untuk melaju di area hijau. Sekarang mereka menggunakan sensor, mereka benar-benar sensitif saat ini. Saya tidak menyadari bahwa saya naik ke urutan kedua karena Miguel mengentuh area hijau, tapi saya juga terbukti melakukan yang sama,” ujar pebalap Suzuki Ecstar itu seperti dikutip dari Motorsport.com.

“Track limit adalah sesuatu yang jika kami tidak menempatkan batasan, maka akan sangat rahasia karena Anda bisa keluar trek setiap saat. Setelah area hijau, ada rumput. Jadi, ini penting, tetapi saya pikir dalam kasus ini atau di lap terakhir, saya pikir Race Direction diisi banyak orang yang pernah menjadi pebalap dan pada momen itu mereka harus menggunakan sisi manusiawinya ketika mengambil keputusan,” ia menambahkan.

“Saya yakin mereka akan lebih memilih menggunakan sistem sensor tekanan untuk menentukan pelanggaran. Namun, pada lap terakhir, Anda harus memahami apakah pebalap tersebut mendapat keuntungan waktu atau tidak dan semacamnya. Tidak ada diskusi semacam ini,” lanjut pebalap asal Spanyol itu.

Sementara itu, Oliveira mengaku dirinya sulit mengendalikan motornya saat keluar dari tikungan dan tak merasa mendapatkan keuntungan apa pun.

“Penalti sudah tertuang dalam regulasi. Saya tidak merasa mendapat keuntungan karena menyentuh area hijau. Di Misano tahun lalu, ketika kami meminta untuk memperpanjang garis putih di tikungan terakhir untuk menghindari situasi seperti ini,” kata pebalap Red Bull KTM Factory Racing tersebut.

“Untuk mengubah arah motor dalam kecepatan sangat tinggi saat keluar tikungan cukup sulit, dan ini seperti sebuah pertarungan untuk tetap bertahan di trek. Jadi, untuk menghindari area hijau dalam kecepatan tinggi ketika Anda sudah berpikir tentang tikungan berikutnya, sangat sulit untuk menghindarinya,” imbuhnya.

Usai balapan MotoGP Italia berakhir, Pramac Racing bahkan mendatangi Race Direction untuk mempertanyakan kemungkinan Johann Zarco naik ke posisi kedua. Pasalnya, kasus ini serupa dengan kejadian di balapan Moto3 ketika Pedro Acosta dan Sergio Garcia turun satu posisi, sehingga membuat John McPhee naik ke urutan ketujuh.

Namun, hal tersebut tak memungkinkan bagi Zarco karena pebalap asal Prancis itu berjarak lebih dari 0,5 detik dari Joan Mir.

Artikel Tag: joan mir, Suzuki Ecstar, MotoGP 2021

1718  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini