Menurut Moya, Nadal Sulit Cerna Kekalahan Di Semifinal Turnamen Ini

Penulis: Dian Megane
Selasa 29 Des 2020, 21:50 WIB
Rafael Nadal [kiri] kalah dari Daniil Medvedev [kanan] di semifinal ATP Finals 2020

Rafael Nadal [kiri] dan Daniil Medvedev [kanan] usai lakoni semifinal ATP Finals 2020

Berita Tenis: Sejak Rafael Nadal memunculkan dirinya di dunia tenis, ia telah mencuri perhatian banyak pihak dengan permainan yang brilian.

Sejumlah statistik tertentu dalam dunia tenis benar-benar menjadi milik bintang tenis Spanyol. Performanya di clay-court telah dipandang sebagai hal yang monumental. Bisa memenangkan satu turnamen tertentu sebanyak 13 kali terdengar tidak bisa dibayangkan, apalagi ia melakukannya di turnamen sebesar Grand Slam.

Mengenang musim 2020 yang telah ia lalui, petenis yang mengoleksi 20 gelar Grand Slam, berhasil menambahkan gelar French Open lainnya ke dalam lemari koleksinya. Selain itu, ia mencatatkan kemenangan ke-1000 dalam kariernya ketika ia berlaga di Paris Masters. Tetapi, jika ada penyesalan pada musim 2020 bagi juara French Open dalam empat musim terakhir kemungkinan besar adalah ATP Finals di London.

Di fase grup ATP Finals, petenis peringkat 2 dunia kalah dari Dominic Thiem yang mengalahkannya di perempatfinal Australian Open musim 2020. Pertandingan antara Nadal dan Thiem yang juga bertemu di final French Open musim 2018 dan 2019 menjadi salah satu pertandingan terbaik pada musim 2020.

Petenis berusia 34 tahun lalu kalah dari juara Paris Masters musim 2020, Daniil Medvedev di semifinal ATP Finals yang berlangsung epik. Ketika keduanya bertemu di final US Open musim 2019, petenis peringkat 2 dunia berhasil mengalahkan Medvedev.

Baru-baru ini, pelatih petenis berkebangsaan Spanyol, Carlos Moya menyuarakan opininya mengenai peluang anak didiknya di turnamen akhir musim tersebut. Ia merasa kekalahan tersebut cukup mempengaruhinya.

“Kalah di Australian Open melawan Thiem di perempatfinal tidak terlalu mempengaruhinya. Di sisi lain, hal yang sama tidak benar-benar terjadi setelah kekalahannya dari Medvedev di ATP Finals, itu kekalahan yang cukup sulit diterima,” ungkap Moya.

“Rafa merasa prima ketika melakoninya dan pada akhirnya, ia tidak pernah merasa begitu dekat untuk memenangkannya. Sulit baginya untuk mencerna kekalahan itu.”

Merefleksi kembali karier Nadal, selain 13 gelar French Open, ia juga memenangkan 36 gelar dari turnamen clay-court, yang terdiri dari 11 gelar Monte Carlo Open, 9 gelar Italian Open, 5 gelar Madrid Open, dan 11 gelar Barcelona Open. Julukan Raja Clay-court disematkan pada dirinya bukan tanpa alasan.

Selain itu, tujuh gelar Grand Slam yang ia koleksi terdiri dari empat gelar US Open, 2 gelar Wimbledon, dan satu gelar Australian Open.

Nadal akan terbang menuju Melbourne pada awal tahun baru. Para petenis harus menjalani kewajiban karantina selama 14 hari sesuai dengan protokol yang diterapkan. Para penggemar menantikan untuk melihat juara Australian Open musim 2009 kembali ke Melbourne Park dan memenangkan gelarnya untuk kali kedua.

Artikel Tag: Tenis, ATP Finals, French Open, australian open, Rafael Nadal, Daniil Medvedev, Dominic Thiem

817  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini