Bagi Sinner, Nadal Adalah Sosok Yang Superior Dalam Kepalanya

Penulis: Dian Megane
Jumat 27 Nov 2020, 09:36 WIB
Jannik Sinner [kanan] dan Rafael Nadal [kiri] usai lakoni perempatfinal French Open 2020

Jannik Sinner [kanan] dan Rafael Nadal [kiri] di French Open 2020

Berita Tenis: Jannik Sinner melakukan gebrakan besar pada musim 2020 ketika memenangkan gelar turnamen ATP pertama dalam kariernya di Sofia Open.

Petenis muda Italia juga melaju ke perempatfinal Grand Slam pertama dalam kariernya pada debutnya di French Open dalam usia menginjak 19 tahun.

“Setelah final di Sofia, saya merasa emosional. Saya manusia, tetapi saya merasakan emosi dalam diri saya. Saya sangat senang, tetapi saya tahu saya harus bekerja sangat keras. Sebelum upacara penyerahan trofi, saya merasa sedikit marah dan saya masih berusaha memahami kenapa saya kehilangan set kedua,” jelas Sinner.

“Musim ini musim yang aneh. Saya ingin melakoni lebih banyak pertandingan dan belajar banyak tentang kehidupan di turnamen dan bagaimana berlatih dengan petenis terbaik di turnamen. Saya saat ini merasa lebih nyaman dibandingkan musim lalu.”

Petenis peringkat 37 dunia menjadi debutan pertama yang melaju ke perempatfinal French Open sejak Rafael Nadal melakukannya pada musim 2005 dalam perjalanan memenangkan gelar Grand Slam di Paris pertama dalam kariernya.

Ia kalah dari Nadal di perempatfinal setelah bermain dengan level luar biasa di dua set pertama. Dalam perjalanan menuju perempatfinal, ia menundukkan David Goffin, Benjamin Bonzi, Federico Coria, dan Alexander Zverev.

“Nadal begitu superior dalam kepalanya. Ia memaksa dirinya begitu kuat, tetapi di atas itu semua, ia memahami momen-momen penentu. Ia memahami betul apa yang harus ia lakukan dan kapan melakukannya,” ungkap petenis peringkat 37 dunia kepada surat kabar Italia, Corriere della Sera.

“Apa yang hilang agar saya sampai di level itu? Kita katakan saja sedikit dari semua hal. Dokter menyatakan saya harus menyelesaikan pertumbuhan dan perkembangan saya. Kenyataannya adalah saya harus meningkatkan diri saya dalam setiap aspek, baik secara fisik maupun mental. Butuh waktu bagi saya untuk sampai ke level itu.”

Petenis berkebangsaan Italia menjadi petenis termuda yang melaju ke perempatfinal Grand Slam sejak Bernard Tomic di Wimbledon musim 2011 dan di French Open sejak Novak Djokovic pada musim 2006.

Sinner mendapatkan kemenangan terbesar dalam kariernya sampai saat ini ketika ia menumbangkan petenis peringkat 6 dunia, Stefanos Tsitsipas dalam perjalanan menuju babak ketiga turnamen Masters 1000 untuk kali pertama di Roma musim ini.

Artikel Tag: Tenis, French Open, Jannik Sinner, Rafael Nadal

879  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini