Fabio Quartararo Kecewa Yamaha Hanya Bisa Menang dengan Satu Cara

Penulis: Abdi Ardiansyah
Selasa 22 Sep 2020, 19:52 WIB
Fabio Quartararo

Fabio Quartararo

Berita MotoGP: Rider Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, mengaku kecewa melihat performa motor Yamaha yang hanya punya satu cara untuk memenangkan balapan MotoGP.

Yamaha memang tercatat memiliki jumlah kemenangan terbanyak di MotoGP 2020. Hingga tujuh seri berlangsung, tim asal Iwata ini telah meraih empat kemenangan lewat tiga rider mereka diantaranya Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha), Fabio Quartararo dan Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT).

Kemenangan terakhir Yamaha diraih di balapan seri ketujuh MotoGP Emilia Romagna di Sirkuit Misano, Italia, Minggu (20/9). Pun demikian, keempat kemenangan yang telah diraih ini terbilang cukup monoton.

Hampir semua kemenangan Skuat Garpu Tala musim ini diraih dengan cara memimpin pada lap awal dan melesat meninggalkan rival hingga finis. Vinales pun demikian, namun ia sedikit diuntungkan dari gagalnya Francesco Bagnaia yang mengalami kecelakaan saat memimpin balapan.

Sementara Quartararo, juga meraih dua kemenangan sekaligus dengan cara yang serupa. Menurut rider berjuluk El Diablo, hal itu terjadi karena para pebalap Skuat Garpu Tala mengalami kesulitan untuk menyalip lawan-lawan mereka.

Quartararo menceritakan kesulitannya mendahului lawan ketika bersaing dengan Pol Espargaro untuk posisi podium pada balapan MotoGP Emilia Romagna.

Meskipun punya ritme yang lebih cepat, Quartararo benar-benar kesulitan untuk menyusul Espargaro yang menggunakan motor KTM yang punya akselerasi tinggi.

Quartararo baru bisa menyalip Espargaro pada penghujung balapan meskipun upayanya berakhir sia-sia karena ia kemudian mendapat penalti waktu akibat melanggar batas trek.

"Sangat sulit bagi saya untuk menyalip. Saya tahu Pol sangat kesulitan dengan ban belakang [yang aus]," ungkap Quartararo dari Crash.

"Namun, motornya mempunyai tenaga yang lebih besar, jadi dia mengambil sedikit keuntungan dari situ dan dia mengerem dengan sangat terlambat. Itu sebabnya dia bisa menahan saya," tandasnya.

Oleh karena itu, Quartararo menilai satu-satunya cara termudah bagi pebalap Yamaha untuk menang adalah memimpin sejak awal perlombaan. Namun ia merasa cukup kecewa dengan hal tersebut.

"Saya menang dua kali dengan situasi seperti ini, sama seperti Franco dan sama seperti Maverick. Jadi begitu Anda ada di belakang dan lawan mempunyai mesin yang lebih bertenaga, Anda tidak bisa menyalipnya," tukas rider berusia 21 tahun tersebut.

Artikel Tag: Fabio Quartararo, yamaha

17501  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini