Ventilator Pasien Covid-19 Lulus Uji, Mercedes Bakal Produksi Masal

Penulis: Abdi Ardiansyah
Selasa 07 Apr 2020, 06:30 WIB
Ventilator Pasien Covid-19 Lulus Uji, Mercedes Bakal Produksi Masal

Insinyur Tim Mercedes membangun ventilator untuk penderita virus corona (image: Motorsport.com)

Berita F1: Alat bantu pernapasan (Ventilator) yang dikembangkan oleh tim Mercedes AMG Petronas F1, hasil kerja sama dengan Rumah Sakit University College London (UCL), telah mendapatkan persetujuan dari otoritas Inggris dan siap diproduksi secara massal.

Demi membantu melawan pandemi Covid-19, Mercedes bertekad membantu para pasien dan tenaga medis untuk menyediakan peralatan kesehatan. Para insinyur F1 Mercedes bekerja sama dengan tim ahli medis Rumah Sakit UCL menciptakan alat bantu pernapasan yang tak terlalu rumit.

Pada Selasa (31/3) lalu, insinyur Mercedes dan ahli medis RS UCL dikabarkan berhasil menciptakan alat tersebut,  cara kerjanya yakni menyalurkan oksigen ke paru-paru. Alat ini pun disebut sebagai 'Continuous Positive Airway Pressure' (CPAP).

Alat ini akan didistribusikan ke berbagai rumah sakit, dan telah dipakai di China dan Italia. Alat ini juga akan digunakan para pasien yang tak harus segera dirawat di ICU, demi melonggarkan fasilitas tersebut untuk para pasien yang kondisinya lebih kritis.

Kabar baiknya, CPAP garapan Mercedes ini telah lulus uji coba dan mendapatkan izin dari Pemerintah Inggris untuk dilakukan produksi masal seperti dilansir dari Dilansir dari Crash.net.

Dalam proses pertama, Mercedes akan memproduksi 10.000 unit CPAP. Per harinya, tim yang bermarkas di Brackley, Inggris ini mampu memproduksi 1000 unit di fasilitas High Performance Powertrain milik mereka yang ada di Brixworth.

"Tim telah bekerja mengejar waktu untuk menciptakan alat ini kurang dari 100 jam. Alat tersebut kini telah mendapatkan persetujuan regulasi dan pemerintah Inggris telah memberikan pemesanan pertama dengan jumlah 100 unit," demikian bunyi pernyataan resmi pihak UCL.

Artikel Tag: Virus Corona, Mercedes, f1

2165  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini