Max Verstappen Kesal dengan Insiden di Kualifikasi GP Azerbaijan

Penulis: Abdi Ardiansyah
Minggu 06 Jun 2021, 16:30 WIB
Max Verstappen

Max Verstappen

Berita F1: Max Verstappen mengaku kesal karena tak punya kesempatan untuk memperbaiki waktu lapnya akibat insiden antara Carlos Sainz dan Yuki Tsunoda di kualifikasi.

Max Verstappen merasa frustasi dengan situasi yang terjadi saat kualifikasi GP Azerbaijan. Pebalap Red Bull Racing tersebut bahkan berbicara dengan nada tinggi kepada sejumlah wartawan seusai menjalani sesi tersebut.

Selain kecewa karena ia hanya akan start dari grid ketiga untuk lomba Minggu (6/6/2021), dirinya juga kesal dengan banyaknya gangguan sepanjang kualifikasi.

Kualifikasi GP Azerbaijan lebih kurang mirip dengan balapan seri sebelumnya, GP Monako, dua pekan lalu. Di Baku, sekitar empat bendera merah muncul sejak Q1 sampai Q3.

Sama seperti di Monako, Charles Leclerc juga berhasil merebut pole position di GP Azerbajian. Jika pada balapan sebelumnya Leclerc yang mengakibatkan bendera merah muncul pada akhir sesi, kini giliran rekan setimnya, Carlos Sainz Jr yang melakukannya di Baku.

Berawal dari rem mobil Yuki Tsunoda yang terkunci di Tikungan 3, Sainz ikut terkena imbasnya. Hingga kini belum diketahui apakah Ferrari SF21 yang dikemudikan Sainz harus berganti gearbox atau tidak.

“Jujur, ini kualifikasi yang bodoh,” ujar Verstappen seperti yang dilansir dari Motorsport.com.

Pebalap asal Belanda itu sempat tercepat di Q2 meskipun hanya unggul 0,005 detik atas rekan setimnya, Sergio Perez. Di Q1, Verstappen berada di posisi kedua setelah tertinggal 0,215 detik dari Lewis Hamilton.

Di Q3, ia hanya sekali memiliki kesempatan flying lap dan menembus 1:41,563 menit. Namun catatan waktunya tersebut masih lebih lambat daripada Leclerc dan Hamilton.

Setelah itu, Verstappen tak punya waktu lagi untuk memperbaiki waktu lapnya. Leclerc pun menjadi satu-satunya pebalap yang mampu mempertajam waktunya lebih cepat 0,3 detik saat bendera merah muncul hanya beberapa detik jelang Q3 berakhir.

“Inilah yang terjadi. Kami masih mampu merebut grid ketiga, masih memiliki mobil yang bagus. Kami juga mampu cepat memulihkan situasi setelah sesi latihan bebas ketiga,” jelasnya.

Kendati begitu, ia menilai munculnya empat bendera merah sepanjang tiga sesi kualifikasi, sudah terlalu banyak. Biasanya, Verstappen tak begitu mempedulikan hal tersebut. Akan tetapi jika bendera merah muncul di Q3, jelas itu membuat pebalap manapun merasa kesal.

“Di sirkuit jalan raya apa pun memang bisa terjadi. Tidak terkecuali pada balapan Minggu (6/6/2021) nanti. Tentu saja saya lebih memilih start di depan. Namun seperti Anda lihat di kualifikasi, semuanya bisa terjadi di sini. Saya berharap mampu start dengan mulus nanti,” ungkap Verstappen.

Di sisi lain, Max Verstappen mengaku gembira ada empat tim berbeda yang akan start dari dua baris terdepan di GP Azerbaijan. Hal itu terjadi setelah Pierre Gasly (AlphaTauri-Honda) mampu start di P4, tepat di samping Verstappen.

“Tentu akan menarik melihat tiga mobil berbeda mampu berada di depan,” tuturnya.

Yang pasti, ia akan kesulitan mendapatkan dukungan dari Perez, di lap-lap awal. Pebalap Meksiko itu dituntut untuk langsung tampil cepat karena akan start dari grid ketujuh.

Hal yang sama juga dialami Hamilton setelah rekan setimnya, Valtteri Bottas, yang akan memulai balapan dari posisi ke-10.

Artikel Tag: Max Verstappen, Red Bull Racing, F1 2021, GP Azerbaijan

422  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini