Kiprah Apik Michelle Li Menuju Olimpiade Tokyo 2020

Penulis: Yusuf Efendi
Selasa 11 Jun 2019, 19:15 WIB
Kiprah Apik Michelle Li Menuju Olimpiade Tokyo 2020

Michelle Li/[Foto:AFP]

Berita Badminton: Kejutan Kanada ke puncak Grup 2 di kejuaraan BWF Piala Sudirman 2019 lalu di Nanning, China tak lepas dari penampilan gemilang ikon tunggal putri mereka, Michelle Li.

Li, kendati sedang dalam proses perawatan tendon achilles dengan sobek di kaki kanannya, mengatasinya melawan Yeo Jia Min asal Singapura dan Yvonne Li asal Jerman dalam pertandingan grup sebelum menundukkan pemain Perancis, Yaelle Hoyaux untuk membantu timnya meraih tempat teratas di Grup 2.

Setelah Piala Sudirman, performa Li terus menajak dan di Australia Open pekan lalu dia mengatasi perlawanan sulit dari pemain Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung dan Aya Ohori asal Jepang, sebelum kalah dari sang juara Chen Yufei di perempat final.

Dengan periode kualifikasi untuk Olimpiade Tokyo 2020 telah dimulai, Li tidak ingin mengambil waktu untuk melakukan operasi dan rehabilitasi.

“Saya sudah cedera selama hampir setahun sekarang, saya terpeleset dan pergelangan kaki saya sedikit terkilir yang menyebabkan tendon achilles robek,” kata Li.

“Saya sudah bertemu dokter dan spesialis dan mereka semua mengatakan bahwa jika saya menjalani operasi saya perlu mengambil istirahat selama empat bulan dan ... Saya tidak punya waktu untuk melakukan itu," ungkapnya.

"Mereka mengatakan bahwa itu tidak terlalu berbahaya tetapi rasa sakitnya akan ada di sana. Sekarang ini hanya tentang belajar bermain dengan rasa sakit. Ini akan sulit karena saya harus menyeimbangkan latihan dan berusaha untuk tidak membuatnya terlalu bengkak dan meradang. Tapi saya pikir ini tentang mencoba untuk menjaga tingkat rasa sakit turun sehingga saya masih bisa mendorong dan mempertahankan kecepatan saya selama pertandingan," Li menambahkan.

Piala Sudirman adalah kejuaraan pertama Li yang akan diperhitungkan menuju Tokyo 2020. Dia memiliki musim yang sibuk di depan, melintasi benua di bulan Juni dan Juli, dari Australia ke Kanada dan AS, ke Asia, sebelum terbang ke Peru untuk Pan Am Games 2019.

"Mulai musim panas banyak serangkaian turnamen, hampir kembali ke belakang. (Pada) Juli saya pikir ada Kanada, AS, Indonesia, Jepang dan kemudian kami akan ada tampil di Pan-Am Games. Jadi itu akan menjadi perjalanan yang konstan, kompetisi yang konstan, pelatihan yang konstan untuk tahun berikutnya hingga Mei mendatang. Ini akan sangat sulit, sangat mengasyikkan.”

Apa yang memotivasi dia adalah kesempatan untuk tampil di Olimpiade ketiganya, setelah London 2012 dan Rio 2016.

“Saya telah mengabdikan seluruh hidup saya untuk badminton dan impian setiap atlet adalah pergi ke Olimpiade. Saya sudah pernah dua kali dan saya pikir Olimpiade sudah lama ada dalam hidup saya,” kata Li.

“Jika saya bisa mendapatkan medali, itu akan sangat berarti bagi saya. Itu akan mewakili semua kerja keras yang saya lakukan di bulu tangkis, seperti itu terbayar. Jadi itu sangat berarti tetapi pada saat yang sama berada di Olimpiade adalah pengalaman yang tidak akan pernah dilupakan orang," tegas peraih medali emas Commonwealth Games 2014 itu.

Artikel Tag: Michelle Li, Yvonne Li, olimpiade tokyo 2020

672  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini