Bagi Denis Shapovalov, Kemenangan Di Stockholm Berikan Suntikan Kepercayaan Diri

Penulis: Dian Megane
Rabu 22 Apr 2020, 21:24 WIB
Bagi Denis Shapovalov, Kemenangan Di Stockholm Berikan Suntikan Kepercayaan Diri

Denis Shapovalov ketika memenangkan gelar di Stockholm musim 2019

Berita Tenis: Berada di peringkat 143 dunia pada musim 2017, petenis berusia 18 tahun, Denis Shapovalov melaju ke semifinal turnamen Masters 1000 yang digelar di rumahnya, Montreal, menundukkan petenis peringkat 1 dunia, Rafael Nadal, dan mencatatkan sejarah.

Petenis muda Kanada, Shapovalov menyelesaikan musim berikutnya dengan berada di peringkat 30 besar, menargetkan target yang lebih tinggi, dan mengejar gelar turnamen ATP pertamanya pada musim 2019.

Setelah melakoni semifinal di Miami musim lalu, Shapovalov benar-benar seperti kehilangan arah dengan hanya mencatatkan empat kemenangan sebelum turun di Winston-Salem, di mana ia mulai bekerja dengan Mikhail Youzhny, dan melaju ke semifinal di turnamen tersebut serta di Chengdu sebelum akhirnya ia mengklaim gelar turnamen ATP pertama dalam kariernya di Stockholm musim lalu.

Setelah itu, Shapovalov bermain dengan lebih percaya diri, bahkan lolos ke final Paris Masters sebelum kalah dari Novak Djokovic. Meski kalah, Shapovalov mendapatkan 600 poin yang mengantarkannya menembus peringkat 15 besar sebelum beraksi di Davis Cup Finals, Madrid, di mana ia mengalahkan Matteo Berrettini, Taylor Fritz, dan Karen Khachanov, kemenangan yang mengantarkan Kanada menuju ke final sebelum kalah dari Spanyol.

“Saya merasa jelang akhir musim lalu adalah hal yang benar-benar besar bagi saya, langkah yang sangat besar. Saya pikir hal itu bahkan dimulai sebelum gelar pertama di Stockholm,” tutur Shapovalov.

“Saya beristirahat dengan baik setelah Wimbledon. Turnamen di Montreal memberi saya motivasi dan hasrat untuk berjuang serta bermain dengan kemampuan terbaik saya lagi.”

“Saya pikir saya akan mendapatkan peluang di Stockholm dan saya mengerahkan semuanya untuk mengklaim gelar. Dalam beberapa turnamen sebelumnya, saya kalah di semifinal. Sangat berarti bagi saya pada akhirnya bisa melampaui rintangan itu dan memenangkan gelar.”

“Saya bermain dengan bebas dalam beberapa turnamen terakhir pada musim lalu. Saya telah melengkapi target saya dan hal itu mengijnkan saya untuk menikmati tenis serta bermain dengan level yang sangat tinggi di Paris. Sepanjang pekan di Paris benar-benar mengagumkan, mengalahkan sejumlah lawan berkualitas, dan membangun kepercayaan diri saya.”

“Pelatih saya, Mikhail Youzhny banyak membantu saya untuk mengembangkan mentalitas saya dan permainan saya, dengan menunjuk hal-hal tertentu yang benar-benar membantu saya. Saya juga mengawali musim 2020 dengan baik, mempertahankan performa, dan mengalahkan beberapa petenis peringkat 10 besar.”

Artikel Tag: Tenis, Stockholm Open, paris masters, Denis Shapovalov

372  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini