KTM Dapat Hak Khusus Pengembangan Mesin, Tim-tim Lain Berang

Penulis: Abdi Ardiansyah
Rabu 02 Sep 2020, 15:05 WIB
KTM Dapat Hak Khusus Pengembangan Mesin, Tim-tim Lain Berang

Pol Espargaro, KTM MotoGP.

Berita MotoGP: Wacana pemberian hak pengembangan mesin kepada KTM menjadi kekhawatiran tersendiri bagi tim-tim lain. Sebab, KTM dinilai bakal membangun mesin super yang bakal jadi keuntungan tersendiri.

Sebagaimana diketahui, MotoGP telah menetapkan aturan pembekuan pengembangan mesin dan perangkat aerodinamika hingga MotoGP 2022 mendatang.

Hal ini diakibatkan oleh pandemi yang membuat tim-tim MotoGP mengalami krisis. Dengan demikian, mesin dan perangkat aerodinamika yang sudah dihomologasi pada musim 2020, akan dipakai untuk musim depan.

Dilansir dari Motorsport.com, dilaporkan ada wacana yang menyebut bahwa KTM diizinkan mengembangkan mesin untuk MotoGP 2021. Sebab, mereka baru saja kehilangan hak konsesi usai kemenangan yang diraih Brad Binder (MotoGP Republik Ceko) dan Miguel Oliveira (MotoGP Styria).

Wacana itu lantas membuat tim-tim lain tak senang. Seorang perwakilan tim yang namanya dirahasiakan membocorkan wacana itu kepada media. Ia khawatir KTM dapat memproduksi mesin yang sama sekali baru pada MotoGP 2021 dan menjadi sebuah keuntungan tersendiri.

“Kami yakin KTM sedang mempersiapkan mesin super untuk MotoGP 2021. Tidak seperti yang lain, mereka diizinkan membuka dan menyentuh mesin tanpa pembatasan. Faktanya, mereka bisa membuat sebuah mesin baru jika mau,” tutur sang narasumber tersebut, sebagaimana dilansir dari laman Motorsport.

Dari proposal yang diajukan Serikat Pabrikan MotoGP (MSMA), KTM sebetulnya mendapat tambahan dua unit mesin. Tambahan itu lantas diajukan setelah mereka mengeluhkan keandalan mesin produksi 2020. Dengan demikian, mereka mendapat jatah sembilan unit mesin pada 2021 mendatang.

Padahal, setiap tim yang tidak mendapat konsesi, hanya mendapat jatah tujuh unit mesin, seperti Ducati, Honda, Yamaha, dan Suzuki. Celah itu kemudian muncul dari perubahan regulasi yang diajukan oleh Komite Grand Prix.

“Setiap pabrikan yang memiliki konsesi pada 2020 dan memulai 2021 tanpa konsesi, diwajibkan menjalani homologasi mesin mereka dari awal Kejuaraan Dunia MotoGP 2021, di mana spesifikasi 2021 harus diberikan kepad Direktur Teknis MotoGP,” tuturnya.

Perubahan ini pun menyulut amarah sejumlah tim. Bahkan ada yang mengaku sedih karena KTM akan memiliki keuntungan berupa izin mengembangkan mesin. Sementara tim lain harus memakai mesin 2020 untuk sepanjang musim MotoGP 2021.

Dua unit mesin ekstra yang diproduksi KTM itu nantinya dikhawatirkan akan menjadi ‘mesin super’. Sebab, dua unit mesin tersebut tidak termasuk dalam jatah tujuh mesin yang kini sudah dihomologasi oleh Federasi Balap Motor Internasional (FIM) dan Direktur Teknik MotoGP.

Artikel Tag: ktm, motogp 2020

732  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini