Indonesia U-23 0-3 Vietnam U-23, Puasa Medali Emas SEA Games Berlanjut

Penulis: Dayat Huri
Selasa 10 Des 2019, 21:22 WIB
Indonesia U-23 0-3 Vietnam U-23, Puasa Medali Emas SEA Games Berlanjut

TImnas Indonesia U-23 gagal raih emas SEA Games 2019/foto kemenpora

Berita Timnas Indonesia: Impian timnas Indonesia U-23 untuk kembali membawa pulang medali emas cabang olahraga SEA Games dipastikan pupus setelah di partai final dipaksa menyerah oleh Vietnam dengan skor telak 3-0 di Stadion Riza Memorial, Filipina, Selasa (10/12) malam.

Indra Sjafri melakukan perubahan komposisi pemainnya dengan mencadangkan Egy Maulana Vikri dan menurunkan Witan Sulaemen dari menit pertama.

Menghadapi Vietnam yang pada babak penyisihan grup B SEA Games 2019 menaklukkan Garuda Muda dengan skor 1-2, Andy Setyo Nugroho dan kawan-kawan mencoba tampil lebih tenang ketika menguasai bola.

Sementara Vietnam yang datang membawa ambisi mengawinkan medali emas cabang sepak bola putri dan putra mengandalkan kecepatan para pemainnya untuk bisa mengancam gawang timnas Indonesia U-23 yang dikawal Nadeo Argawinata.

Tensi laga final yang cukup tinggi membuat kedua tim kesulitan untuk menciptakan peluang yang mengancam gawang lawan. Usaha membangun serangan seringkali patah karena lini pertahanan kedua tim.

Sebuah kerugian harus dialami timnas Indonesia U-23, setelah Evan Dimas yang ditekel keras oleh pemain Vietnam harus ditarik keluar pada menit ke-21, posisi pemain senior di skuat Garuda Muda itu digantikan Syahrian Abimanyu.

Keluarnya Evan Dimas sedikit mengganggu ritme permainan timnas Indonesia U-23 yang cukup kesulitan ketika harus membangunan serangan ke arah lini pertahanan Vietnam.

Vietnam kemudian mampu membobol gawang Nadeo Argawinata pada menit ke-40 melalui sundulan pemain bertahannya Doan Van Hau, setelah memaksimalkan tendangan bebas dari sisi kanan pertahanan timnas Indonesia U-23, Vietnam memimpin 1-0.

Sisa waktu lima menit, Garuda Muda coba lebih tampil agresif. Salah satu peluang yang didapat adalah melalui tendangan jarak jauh Syahrian Abimanyu. Sayang, bola meluncur lemah ke pelukan kiper Vietnam. Skor 1-0 untuk Vietnam menutup paruh pertama.

Di babak kedua, Indra Sjafri melakukan pergantian keduanya dengan menarik Witan Sulaeman dan memasukkan Egy Maulana Vikri untuk lebih meningkatkan daya dobrak.

Pada awal-awal babak kedua, timnas Indonesia U-23 sebenarnya mampu lebih dominan mengusai jalannya pertandingan. Namun, ketatnya lini pertahanan Vietnam membuat Osvaldo Haay dan kawan-kawan kesulitan untuk menciptakan peluang berbahaya ke gawang Vietnam.

Justru sebaliknya, Vietnam mampu mencatatkan gol kedua melalui tendangan Do Hung Dung pada menit ke-60, ia mampu memanfaatkan umpan silang dari sisi kari pertahanan Indonesia U-23, skor 2-0 untuk Vietnam.

Tertinggal dua gol, Indra Sjafri mencoba menambah daya dobrak dengan memasukkan Muhammad Rafli untuk menggantikan Sani Riski. Namun pergantian itu belum mampu memberikan dampak signifikan karena pada menit ke-73, Doan Van Hau mencetak gol keduanya di laga final tersebut sekaligus membawa timnya semakin menjauh dengan skor 3-0.

Di sisa waktu, timnas Indonesia U-23 yang dominan dalam penguasaan bola tetap kesulitan menembus pertahanan ketat Vietnam. Satu-satunya peluang bersih yang didapat adalah ketika Egy Maulana Vikri lepas dari pengawalan pemain bertahan lawan, namun sontekannya masih mampu dihentikan kiper Vietnam, bola muntah yang coba dimaksimalkan Muhammad Rafli juga masih diamankan pemain bertahan. Sampai pertandingan berakhir, skor 3-0 untuk keunggulan Vietnam tidak berubah. Mereka sukses merebut medali emas pertama SEA Games sekaligus mengawinkan medali emas cabang sepak bola putra dan putri.

Artikel Tag: timnas Indonesia, Indra Sjafri, Sea Games 2019, Vietnam

531  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini