Berita Atletik: Usain Bolt Kalah di Lomba 100 Meter Terakhirnya, Finis Ketiga di Kejuaraan Dunia London

Penulis:
Senin , 13:29 WIB
Berita Atletik: Usain Bolt Kalah di Lomba 100 Meter Terakhirnya, Finis Ketiga di Kejuaraan Dunia London

Usain Bolt (kiri) memeluk Justin Gatlin usai final 100 meter Kejuaraan Dunia London

Ligaolahraga – Berita Atletik: Bukan perpisahan yang ideal bagi sprinter terhebat sepanjang masa, Usain Bolt. Pelari Jamaika itu hanya menduduki peringkat ketiga di belakang wakil AS, sang juara Justin Gatlin dan runner-up Christian Coleman Cambell di final 100 meter Kejuaraan Dunia Atletik 2017 di London, Sabtu (5/8).

Gatlin – yang dua kali tersandung kasus doping – menjadi yang terbaik dengan catatan waktu 9,92 detik, diikuti Coleman dengan 9,94 detik dan Bolt 9,95 detik. Gatlin pun merayakan kemenangan dengan menempelkan jari telunjuknya ke mulutnya yang ditujukannya kepada penonton.

Maklum, karena reputasinya yang tercoreng, penonton di London Stadium lebih menjagokan Bolt yang bersih dari obat-obatan penunjang penampilan. Namun, penonton London pun terdiam begitu Gatlin memastikan kemenangannya dan ‘menyuruh diam’ mereka.

 Christian Coleman (second right) finished with the silver medal leaving Bolt in third place but he was given a hero's send-off

Tampil dalam final 100 meter terakhirnya sebelum pensiun, Bolt sepertinya sudah menunjukkan tanda-tanda akan kalah di babak final. Beberapa jam sebelumnya dia hanya menjadi peringkat kedua di babak semifinal di belakang Coleman, pelari muda AS.

Nomor final itu berjalan ketat sampai akhir dan saat hasil lomba ditampilkan di layar stadion, suasana hening penonton berganti dengan nada mencemooh dan menyangkal. Sepertinya semua orang berpura-pura Bolt yang menang. Ini jadi kekalahan pertamanya di final kompetisi besar dalam 10 tahun terakhir.

Gatlin (bottom of the picture) took first place with a late surge to deny Coleman on the line with Yohan Blake in fourth

Yang menyesakkan lagi adalah, Bolt dikalahkan di lomba terakhirnya oleh pelari berusia 35 tahun yang dua kali ketahuan memakai doping. Bahkan Presiden IAAF, Sebastian Coe, menyebut kekalahan Bolt dari Gatlin bukanlah “perpisahan yang sempurna” bagi pemegang rekor 100 meter itu.

Untuk menghindari publisitas buruk lebih lanjut akibat kekalahan tak terduga Bolt ini, IAAF seperti sengaja mengeser waktu pengalungan medali 100 meter sebelum sesi malam digelar. Dari pukul 20.00 menjadi 18.50, atau 10 menit sebelum siaran internasional, dan kala sebagian penonton belum masuk ke stadion.

Even Gatlin, the 2004 Olympic men's 100m champion, knelt before him in theatrical awe of his greatness. Bolt was third, beaten to the silver medal by the young American Christian Coleman, who had also beaten him in the semi-final a couple of hours earlier

Ketika Bolt dipanggil untuk menerima medali perunggu, penonton berdiri dan memberikan aplaus meriah. Bolt yang akan sepenuhnya pensiun setelah nomor estafet 4x100 meter Sabtu mendatang, membalas dengan menepukkan kedua tangannya ke segala penjuru stadion yang diisi 56 ribu penonton.

Soal kekalahannya ini, delapan kali kampiun Olimpiade itu sama sekali tak merasa menyesal. “Saya sudah membuktikan kepada dunia bahwa saya salah satu atlit terhebat,” kata Bolt yang menggondol 11 emas di kejuaraan dunia sepanjang kariernya. “Saya sudah menjalankan bagian saya sebagai atlit, mengangkat olahraga ini dan menunjukkan bahwa atletik menjadi lebih baik. Saya tak bisa terlalu kecewa. Saya melakukan yang terbaik.”

Artikel Tag: usain bolt, justin gatlin, christian coleman, kejuaraan dunia, iaaf, atletik

132 
Berita Terkait
load more article