Republik Demokratik Kongo Cetak Sejarah, Kalahkan Nigeria di FIBA AfroBasket

Penulis:
Senin , 16:30 WIB
Republik Demokratik Kongo Cetak Sejarah, Kalahkan Nigeria di FIBA AfroBasket

Nigeria/Guardian

Berita Basket: Wajar kalau guard Republik Demokratik Kongo, Myck Kabongo, puas maksimal menikmati kemenangan timnya atas pemegang gelar FIBA AfroBasket, Nigeria. Dia bersama timnya berhasil memecundangi Nigeria di pertandingan terakhir Grup A dengan skor 83-77.

Di pertandingan yang digelar di Salle Omnisport de Rades, di pinggiran kota Tunis itu, Kabongo yang berusia 25 tahun itu menyumbang 17 poin dan delapan assist. Jadi sah saja jika dia dengan bangga membagi perasaannya kepada wartawan FIBA basketball setelah pertandingan selesai.

Ketika tim Republik Demokratik Kongo mencoba melupakan kekalahan mereka atas Mali di hari pertama kompetisi, para pemain Kongo bermain gesit dan lebih kuat saat melawan Pantai Gading, sebelum kemudian mempermalukan Nigeria.

"Kami memutuskan untuk bermain kompak sebagai tim setelah mengalami kekalahan yang menyakitkan dari Mali, dan ini adalah keputusan yang berhasil bagi kami."

"Mengalahkan juara bertahan Nigeria mungkin mengejutkan banyak orang, tapi keyakinan kami adalah bahwa setiap pertandingan penting dan kami siap menghadapi lawan manapun di perempat final," jelasnya.

Dan untuk kapten Nigeria, Ike Diogu, yang duduk di luar lapangan di seluruh pertandingan Nigeria karena cedera, kalah dari Kongo menjadi pelajaran dan pukulan bagi dia dan seluruh tim Nigeria. Diogu mengatakan FIBA Afrobasket telah berkembang, dan tidak ada negara yang bisa selamanya dominan.

Pemain forward setinggi 2 meter lebih ini juga mengatakan sebenarnya Nigeria siap untuk melawan negara manapun di pertandingan final.

"Sejujurnya, saya harus mengatakan bahwa FIBA Afrobasket Championship sudah matang dan akan terus membaik, sehingga keenam belas tim sama-sama memiliki kesempatan untuk menjadi pemenangnya."

"Kami tidak jatuh karena kekalahan kami atas Kongo, tapi hanya akan menggunakannya sebagai peringatan bahwa kejuaraan semakin ketat, sementara itu kami akan tunggu siapa pun yang datang ke perempat final," pungkasnya.

Artikel Tag: basket, fiba, afrobasket

647 
Berita Terkait
load more article