Kenang Pertemuan Pertama Lawan Rafael Nadal, Begini Reaksi Alexander Zverev

Penulis: Dian Megane
Sabtu 01 Agu 2020, 22:45 WIB
Kenang Pertemuan Pertama Lawan Rafael Nadal, Begini Reaksi Alexander Zverev

Alexander Zverev [kanan] dan Rafael Nadal [kiri] ketika bertemu di Indian Wells 2016 [image: tennisworldusa]

Berita Tenis: Dalam beberapa musim terakhir, petenis peringkat 7 dunia, Alexander Zverev telah berkembang menjadi salah satu bakat muda terbaik di dunia tenis.

Petenis berkebangsaan Jerman, Zverev telah berkompetisi di level tertinggi dengan memenangkan turnamen akhir tahun, ATP Finals, beberapa turnamen Masters 1000, dan terkadang menjadi lawan yang tangguh bagi Tiga Besar (Roger Federer, Rafael Nadal, dan Novak Djokovic). Dan ia mengenang pertandingan ketika ia hampir saja menaklukkan Nadal di awal-awal kariernya.

Setiap petenis di sepanjang kariernya melalui berbagai emosi. Ketika petenis masih muda, mereka tidak tahu bagaimana mengatasi emosi mereka dan Zverev membeberkan saat ia tidak bisa mengontrol air matanya.

Dalam tantangan ‘ask me anything’ bersama rekan senegaranya yang berkiprah di dunia basket, Dirk Nowitzki, Zverev ditanya kapan terakhir kali ia menangis di lapangan. Zverev menyatakan hal itu terjadi ketika ia pertama kali bertanding melawan Nadal.

“Saya bahkan bisa mengingat kapan tepatnya hal itu terjadi. Hal itu terjadi pada musim 2016 ketika saya bertanding melawan Rafa untuk kali pertama,” aku Zverev.

Pertemuan tersebut terjadi di turnamen Masters 1000 yang digelar di Indian Wells dan di set ketiga, Zverev mendapatkan peluang match point, tetapi ia tidak bisa mengkonversinya dan Zverev mendapatkan peluang untuk melakukannya, tetapi ia tidak bisa memanfaatkannya, sehingga membuatnya menitikkan air mata.

“Saya mendapatkan peluang match point dan saya melakukan volley mungkin sekitar 2 – 3 meter dari net. Volley forehand yang cukup tinggi. Saya hanya harus menempatkannya dan saya melewatkannya. Saya pikir kedudukannya 5-3, 40/30 dengan servis di tangan saya. Dan saya tidak memenangkan satu poin pun setelah itu,” papar Zverev.

Setelah mengamankan match point tersebut, dari kedudukan 3-5, Nadal memenangkan set ketiga dengan 7-5 dan keluar sebagai pemenang. Saat itu, Zverev merasa sangat sedih karena saat itu ia belum pernah memenangkan pertandingan melawan petenis peringkat 10 besar dan ia telah begitu dekat mengalahkan Nadal yang akan mematahkan catatan buruk tersebut.

“Saya masih berusia 18 tahun dan saat itu belum mencatatkan kemenangan atas petenis peringkat 10 besar, dan Rafa mungkin akan menjadi kemenangan pertama saya melawan petenis peringkat 10 besar. Saya pulang, lalu saya merasa sangat terpukul, saya merasa sudah berakhir,” tambah Zverev.

Zverev akan berusaha mengawali kembali musim 2020 dengan baik ketika ia bermain di Cincinnati Open (Western & Southern Open) dan US Open.

Artikel Tag: Tenis, alexander zverev, Rafael Nadal

394  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini