GP Azerbaijan Bakal Jadi Momen Kebangkitan Mercedes

Penulis: Abdi Ardiansyah
Jumat 04 Jun 2021, 06:30 WIB
Mercedes, Lewis Hamilton

Lewis Hamilton

Berita F1: Usai melewati akhir pekan terburuk di GP Monako, Mercedes berniat untuk bangkit dan membayar kegagalannya di GP Azerbaijan yang digelar di Sirkuit Baku.

Saat tampil di GP Monako, Lewis Hamilton hanya mampu finis di posisi ketujuh usai start dari posisi yang sama. Sementara rekan setimnya, Valtteri Bottas, gagal finis karena ban kanan depan mobil W12 miliknya tidak bisa dilepas saat pit stop di lap 29.

Hasil di Monte Carlo tidak hanya membuat Hamilton kehilangan posisi puncak klasemen pebalap, Mercedes juga kehilangan posisinya sebagai pemuncak klasemen konstruktor untuk kali pertama sejak 2013.

Kendati begitu, Toto Wolff selaku prinsipal tim menegaskan bila kegagalan tersebut justru akan menjadi lecutan bagi The Silver Arrows untuk tampil lebih baik lagi pada balapan berikutnya, GP Azerbaijan di Baku City Circuit, akhir pekan ini (4-6/6/2021).  

Apalagi, mereka hanya terpaut satu poin dari Red Bull Racing di klasemen konstruktor, sedangkan Hamilton yang berada di peringkat kedua klasemen hanya selisih empat angka dari Max Verstappen.

“Hasil (buruk) seperti Monako hanya salah satu pengalaman yang harus Anda pakai untuk bangkit dan merebut hasil yang jauh lebih baik lagi. Tidak ada yang datang dengan mudah di olahraga seperti F1. Itulah mengapa kami menyukainya. Kami paham benar jika tidak mampu tampil 100 persen atau mendekati, Anda akan hancur,” ujar Wolff seperti yang dikutip dari Motorsport.com.

Wolff mengakui bahwa sehari setelah balapan GP Monako, seluruh kru dan anggota timnya langsung melakukan evaluasi dan mengambil pelajaran dari kegagalan di Monte Carlo.

Kendati dikalahkan oleh Red Bull di Monako, Mercedes tetap difavoritkan menjadi tim yang mampu memenangi balapan di Baku nanti. Selain performa mobil W12 yang masih di atas rata-rata, mereka juga mampu memenangi tiga dari empat balapan di Baku sejak 2016.

Nico Rosberg memenangi GP Eropa 2016 di Baku dengan mencetak pole position dan fastest lap. Berikutnya, Hamilton memenangi GP Azerbaijan 2018 setelah sebelumnya membuat pole. Pada GP Azerbaijan 2019, Mercedes bahkan mampu finis pertama dan kedua lewat Bottas yang sebelumnya membuat pole dan Hamilton.

Kendati statistik berpihak kepada timnya, Wolff mengungkapkan bahwa karakter sirkuit jalan raya Baku kemungkinan lebih cocok dengan mobil Red Bull saat ini, RB16B.

Ia juga bakal mewaspadai Ferrari yang mampu merebut pole position di GP Monako lewat Charles Leclerc dan sukses menempatkan Carlos Sainz finis di urutan kedua. McLaren juga akan menjadi ancaman berbahaya usai Lando Norris finis P3 di Monako.

“Sirkuit jalan raya Baku memiliki karakter berbeda dengan Monako, yang juga trek jalan raya. Kami memperkirakan bakal menghadapi situasi tricky, khususnya saat menyesuaikan karakteristik W12 dengan trek,” katanya.

“Red Bull kami rasa akan kembali kuat, sementara Ferrari dan McLaren membuat kemajuan pesat. Fokus utama kami adalah memanfaatkan peluang, termasuk jika harus overtake dari sisi luar yang sebenarnya tidak sesuai dengan karakter mobil kami,” ia melanjutkan.

“Kami akan menghadapi tangangan di sirkuit jalan raya lain. Melihat hasil balapan terakhir, kami lebih bertekad dan bersemangat untuk bangkit kembali di Baku,” tutup Wolff.

Artikel Tag: Mercedes, F1 2021, GP Azerbaijan

320  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini