Ragam Tinju: Tentang Tyson Fury, Bag 4: Kehilangan Segalanya dan Itu Semua Karena Tinju

Penulis: Hanif Rusli
Minggu 09 Okt 2016, 22:14 WIB
Ragam Tinju: Tentang Tyson Fury, Bag 4: Kehilangan Segalanya dan Itu Semua Karena Tinju

Tyson Fury blak-blakan kepada majalah Rolling Stone

Ligaolahraga – Ragam Tinju: Tyson Fury bicara panjang lebar soal banyak hal. Dari kokain, perlakuan rasis, depresi, sampai tuduhan doping. kepada Stayton Bonner dari majalah Rolling Stone, secara eksklusif, juara dunia tinju kelas berat ini menjawab beberapa pertanyaan secara langsung.

(Baca bagian sebelumnya>> Tentang Tyson Fury, Bag.3: Melakukan Apapun Untuk Mengalihkan Pikiran

Apakah depresi Anda, sesuatu yang Anda perangi sepanjang hidup Anda?

Anda tahu, saya memerangi depresi itu selama bertahun-tahun. Sekarang, saya tidak tahu. Sejujurnya, saya tidak bisa melihat seberkas cahaya di ujung terowongan. Depresi itu memecah-belah keluarga saya. Istri saya mengatakan dia tak bisa tinggal bersama saya karena saya gila. Pokoknya saya … Saya tidak tahu. Saya tidak tahu apa yang terjadi. Sepertinya saya akan … segalanya akan hilang. Saya akan kehilangan keluarga saya, istri saya, anak-anak saya. Segalanya. Semua karena tinju. 

Saya memanjatkan doa kepada Tuhan atas segala hal, bahwa saya tidak pernah menggeluti tinju saat kanak-kanak. Saya berdoa ini semua tidak pernah terjadi, dan saya baru saja selesai melakukan pekerjaan rutin dan kehidupan rutin. Inilah yang membuat saya terpuruk. 

Tinju menyebabkan perselisihan antara tim saya, paman-paman saya, keponakan-keponakan saya, sanak saudara, semuanya yang terlibat dalam tinju. Semuanya tidak bahagia dengan ini dan itu semua karena saya. Saya merasa sayalah yang menyebabkan ini semua, jika Anda paham maksud saya. Ini beban yang saya harus pikul. Mengapa orang lain yang harus memikul beban itu, hanya karena mereka melatih saya? 

Tapi Anda tahu apa itu. Saya lebih merasakan perlakuan rasis sekarang ini pada 2016 ketimbang yang dirasakan budak atau imigran asing pada 1800-an. Dengar, saat Muhammad Ali membuang medali emasnya pada 1960-an karena tidak diperlakukan baik dan dilecehkan, inilah yang saya sedang lakukan sekarang ini. Saya membuang semua gelar juara dunia saya ke tong sampah karena saya tidak diterima dalam masyarakat karena menjadi seorang Traveler pada 2016. Apa artinya menjadi seorang juara dunia ketika Anda tidak bisa masuk ke restoran setempat, duduk dan menyantap makan malam? Benar-benar tidak berarti apa-apa. 

Apakah Anda merasa semua kesuksesan Anda memperbesar perlakuan rasis itu? 

Bahkan lebih. Anda tak perlu percaya kata-kata saya. Buka saja halaman Twitter saya dan coba lihat. Coba runut ke bawah dalam beberapa bulan terakhir. Buka internet dan baca berbagai artikel. Itulah para wartawan Inggris. Baca apa pendapat mereka. Tak seorang pun bisa mengutarakan hal yang bagus. Apa pun yang saya lakukan. 

Jika saya memenangi lebih dari 30 pertarungan dan meng-KO semua lawan, itu tidak akan terlihat bagus. Jika saya guru matematika terbaik di dunia, itu tidak akan terlihat bagus. Jika saya presiden AS, saya tidak akan terlihat bagus. 

Saya tidak bisa melakukan apa pun dalam hidup saya yang terlihat baik di mata kebanyakan orang karena saya tidak akan pernah diterima sebagaimana diri saya. Anda bisa tanyakan kepada 100 orang tentang kaum Traveler dan mereka semua tidak akan mengatakan hal baik tentang mereka. Saya tidak tahu darimana asal ketidaksukaan itu. Saya benar-benar tidak tahu darimana asalnya.

 

Ikuti serial wawancara berikutnya: Tentang Tyson Fury, Bag.5: Tidak Pernah Memakai Narkoba atau Obat-Obatan untuk Membantu Bertinju

Artikel Tag: Tyson Fury, Wladimir Klitschko, Tinju

709  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini