Berita Tinju: Tentang Tyson Fury, Bag.1: Mengalahkan Wladimir Klitschko

Penulis: Hanif Rusli
Sabtu 08 Okt 2016, 18:26 WIB
Berita Tinju: Tentang Tyson Fury, Bag.1: Mengalahkan Wladimir Klitschko

Tyson Fury saat mengalahkan Wladimir Klitschko

Ligaolahraga – Berita Tinju: Tyson Fury bicara panjang lebar soal banyak hal. Mulai dari kokain, perlakuan rasis, depresi sampai tuduhan doping. Kali ini, kepada Stayton Bonner dari majalah Rolling Stone, secara eksklusif, juara dunia tinju kelas berat ini menjawab beberapa pertanyaan secara langsung.

Apakah Anda menggunakan kokain?

Begini, saya beritahu apa yang sebenarnya terjadi. Ada aksi “witch hunt” sejak saya meraih gelar juara dunia itu. Sejak saya menjadi sedikit terkenal karena sukses, ada aksi “witch hunt” terhadap saya, karena latar belakang saya. Karena siapa diri saya dan apa yang saya kerjakan. Ada kebencian terhadap pendatang dan kaum gipsi di seluruh dunia. Terutama di Inggris sini. Terutama juga yang dilakukan British Boxing Board of Control dan sejumlah organisasi tinju dunia.

Saya harus bertarung dengan salah satu juara terbaik dalam sejarah (Wladimir Klitschko). Tidak ada yang mendoakan saya. Saya akhirnya mengalahkan dia dan saya diperlakukan seperti kotoran saja. Dalam tempo sepekan, IBF, International Boxing Federation, mencuri gelar saya dan memberinya kepada orang lain. (Mereka) tahu benar, saya tidak bisa mempertahankan gelar itu dalam waktu sepekan karena saya punya (klausul) tarung ulang menghadapi Klitschko. Ini aksi korupsi pertama dalam dunia tinju.

Sejak itu, yang ada hanyalah “witch hunt”. Sejak itu, mereka berusaha mendepak saya dari dunia tinju karena mereka tak bisa mengekang saya. Mereka tak bisa mengontrak saya. Saya tidak untuk dijual. Tak ada yang bisa mengendalikan saya. Tak ada yang bisa menghentikan saya. Jadi sekarang mereka bilang saya memakai kokain dan apalah.

Jika saya harus sedikit ditempeleng, saya akan terima. Jika saya memakai heroin, saya akan terima – apalagi kokain – atas apa yang mereka lakukan kepada saya. Yang mereka lakukan adalah sebuah lelucon. Saya ingin mengungkap diri mereka yang sebenarnya. British Boxing Board of Controls juga terlibat. Mereka semua terlibat. Juga organisasi penguji doping.

Jika saya dites positif pada Februari 2015 atas doping, mengapa membiarkan saya bertarung dengan sang juara bertahan dan membuatnya kehilangan semua gelarnya pada bulan November? Mengapa tidak mencegah saya pada bulan Februari itu?

Anda yakin semua ini merupakan perlakuan rasisme terhadap kaum pendatang? Mereka sepertinya selalu melakukan itu terhadap Anda?

Selalu. Saya memiliki latar belakang seorang imigran, dan kami mengalami perlakuan rasisme dan diskriminasi terbesar di negeri ini (Inggris). Hal itu masih berlangsung saat ini pada tahun 2016. Saya ditolak di restoran karena saya seorang imigran. Saya juara dunia kelas berat. Saya datang ke restoran dan mereka berkata, ‘Maaf Bung, kamu tak bisa masuk. Imigran dilarang masuk.’

Jadi Anda bisa lihat bagaimana frustrasinya saya dengan semua ini. Saya tidak mendapatkan kredit karena mengalahkan juara bertahan terlama kedua di dunia. Bahkan negara saya sendiri – tempat saya dilahirkan dan dibesarkan – membenci saya.

Satu-satunya yang media ingin tulis adalah hal-hal negatif. Begitu saya menjadi juara, saya turun dari pesawat dan membaca surat kabar: Tyson melakukan sesuatu yang kontroversial. Bukannya: ‘Dia merebut gelar dari petinju terbaik yang jadi kampiun begitu lama.’ Malah, dia melakukan ini, dia melakukan itu. Segala cara dilakukan untuk merampas pujian itu dari saya.


Ikuti serial wawancara berikutnya: Tentang Tyson Fury, Bag.2: Mencintai tinju saat masih kanak-kanak  

Artikel Tag: Tyson Fury, Wladimir Klitschko, Tinju, berita tinju

981  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini