Tak Beraksi Sejak Februari 2020, Karena Ini Barty Tetap Huni Peringkat 1

Penulis: Dian Megane
Jumat 18 Des 2020, 13:57 WIB
Posisi Ashleigh Barty di peringkat 1 dunia belum tergantikan sejak Juni 2019

Ashleigh Barty ketika tampil di Australian Open 2020

Berita Tenis: Musim 2019 telah menjadi musim bak mimpi bagi Ashleigh Barty, karena pada musim tersebut ia memenangkan French Open dan menghuni posisi puncak dunia tenis putri.

Sejak menduduki peringkat 1 dunia pada 24 juni 2019, Barty belum meninggalkan posisi tersebut dengan akumulasi lebih dari 50 pekan dan mengakhiri satu musim sebagai petenis peringkat 1 dunia untuk kali kedua secara beruntun.

Hal yang menarik adalah semifinalis Australian Open musim 2020 belum melakoni satu pertandingan pun sejak Februari 2020. Meski begitu, ia masih belum tergantikan di posisi puncak tersebut dan baru-baru ini dinobatkan sebagai petenis peringkat 1 dunia akhir musim untuk kali kedua secara beruntun.

Sejumlah hal telah menjadi faktor dari hal tersebut. Pertama, turnamen tenis ditangguhkan pada Maret – Agustus 2020 karena pandemi COVID-19. Ketika pandemi menyergap seluruh penjuru dunia, turnamen pun terpaksa terhenti sejenak dan peringkat pun dibekukan.

Kedua, pihak WTA juga merevisi sistem peringkat. Peringkat biasanya dilihat dalam periode 52 pekan. Selama periode tersebut, 16 performa terbaik para petenis akan dipertimbangkan. Tetapi sejak peringkat dibekukan, pihak WTA memperpanjang periode tersebut.

Pada dasarnya, alih-alih melihat keseluruhan musim 2020 terkait poin peringkat, pihak WTA akan melihat poin yang mereka peroleh di antara Maret 2019 sampai Desember 2020.

Jadi, para petenis tidak akan kehilangan satu poin pun karena pihak WTA mempertimbangkan hasil terbaik pada musim 2019 dan 2020.

Contohnya, petenis berkebangsaan Australia memenangkan French Open musim 2019, tetapi ia tidak berpartisipasi di French Open musim 2020. Dalam situasi ideal tanpa ada pandemi, ia akan kehilangan 2.000 poin yang ia menangkan pada musim 2019. Tetapi kini, poin tersebut akan dibawa sampai musim 2021 dan ia akan mempertahankan gelar Grand Slam tersebut pada musim mendatang.

Contoh lain, petenis peringkat 1 dunia memenangkan empat gelar pada musim 2019, yakni Miami Open, French Open, Birmingham Classic, dan WTA Finals. Turnamen akhir musim, WTA Finals memberikan 1.415 poin, tetapi terpaksa dibatalkan, sehingga ia harus mempertahankan gelar tersebut musim depan.

Jika pihak WTA tidak merevisi sistem peringkat, petenis yang mengalahkan Marketa Vondrousova di French Open musim 2019, akan kehilangan 5.315 poin yang tentunya bisa membuatnya keluar dari peringkat 10 besar.

Namun dewi fortuna berpihak kepada Barty. Meski ia tidak mengambil bagian di turnamen mana pun sejak Februari lalu dan para petenis yang peringkat di bawahnya tetap bermain, ia tetap berpeluang untuk menghuni peringkat 1 dunia.

Artikel Tag: Tenis, French Open, Ashleigh barty

706  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini