Permalukan Djokovic Di Semifinal ATP Finals, Ini Senjata Rahasia Thiem

Penulis: Dian Megane
Minggu 22 Nov 2020, 13:15 WIB
Dominic Thiem melaju ke final ATP Finals untuk kali kedua secara beruntun

Perjuangan keras Dominic Thiem membuahkan satu tempat di partai puncak ATP Finals 2020

Berita Tenis: Dominic Thiem dikenal dengan permainan penuh tenaga dari area baseline. Tetapi ada satu pukulan yang terbukti kritikal pada laga semifinal ATP Finals musim 2020.

Pukulan tersebut adalah backhand slice yang ia perlihatkan dalam perjalanan menundukkan petenis peringkat 1 dunia, Novak Djokovic.

“Jika pukulan itu tidak ada, saya pikir satu aspek penting dari permainan saya akan menghilang,” aku Thiem.

Djokovic membuat juara US Open musim ini kewalahan di babak tiebreak set ketiga, tetapi backhand slice tersebut membantu petenis berkebangsaan Austria untuk keluar dari lubang jarum.

Dari kedudukan 0/4, petenis peringkat 3 dunia setidaknya menembakkan backhand slice pada empat rally selanjutnya demi mengklaim 6/4.

“Pukulan itu pastinya salah satu pukulan paling penting dalam permainan saya. Saya menyukai untuk menggunakan slice tersebut di semua permukaan lapangan. Tetapi di sini, lambungannya cukup rendah. Ini lapangan yang cepat, jadi, itu pilihan yang tepat, terutama untuk mengubah dari posisi bertahan menjadi posisi netral lagi. Pukulan itu sangat membantu saya di pertandingan kali ini,” papar Thiem.

Dalam beberapa kesempatan, runner up ATP Finals musim lalu menggunakan backhand slice sebagai umpan sebelum melepaskan forehand yang penuh tenaga. Pada kedudukan 1/4 dan 5/4, petenis peringkat 3 dunia menetralisir serangan Djokovic dengan backhand slice sebelum menciptakan winner.

“Saya pikir pada kedudukan 3/4, saya menembakkan slice yang impresif dan menyentuh garis, yang menjadi pukulan penting dalam permainan saya. Saya pikir saya berhasil meningkatkannya dan saya banyak melatihnya,” tambah Thiem.

Petenis peringkat 1 dunia pun menyadari keampuhan backhand slice milik petenis berkebangsaan Austria.

“Hal yang ia lakukan dari kedudukan 0/4 di babak tiebreak set ketiga sungguh tidak bisa dipercaya. Maksud saya, saya tidak berpikir bahwa saya bermain dengan buruk. Semua pengembalian bolanya masuk dari kedua sudut dan ia memainkan beberapa slice yang sangat pendek,” tutur Djokovic.

Semua mata selalu tertuju terhadap kekuatan runner up ATP Finals musim lalu yang luar biasa. Petenis berusia 27 tahun menembakkan winner di momen-momen krusial pada laga semifinal tersebut. Tetapi, 26 persen dari groundstroke petenis berkebangsaan Austria merupakan slice, lebih tinggi dibandingkan hanya 9 persen yang dihasilkan Djokovic dan hal itu berperan besar dalam kemenangan petenis peringkat 3 dunia.

Artikel Tag: Tenis, ATP Finals, Dominic Thiem, Novak Djokovic

759  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini