Ini Petenis Yang intimidasi Andy Murray Dalam Kariernya

Penulis: Dian Megane
Minggu 18 Okt 2020, 20:46 WIB
Marat Safin merupakan salah satu petenis yang Andy Murray segani

Andy Murray merasa cukup terintimidasi oleh mantan petenis berkebangsaan Rusia ini ketika masih lebih muda

Berita Tenis: Andy Murray merupakan satu-satunya anggota di luar Tiga Besar yang pernah menduduki peringkat 1 dunia dalam satu dekade terakhir, tetapi ketika ia masih lebih muda, ada petenis lain yang cukup sulit untuk dihadapi.

Dalam wawancara dengan The Guardian, petenis berkebangsaan Inggris mengungkapkan satu-satunya petenis yang ia akui pernah mengintimidasinya. Bukannya menyebutkan musuh bebuyutan seperti Roger Federer atau Novak Djokovic, ia menyebutkan mantan petenis berkebangsaan Rusia, Marat Safin berdasarkan pertemuan melawannya ketika ia masih sangat muda.

“Satu-satunya petenis yang membuat saya terintimidasi – dan saya tidak tahu mengapa, tepatnya – adalah Marat Safin. Saya berhadapan dengannya ketika saya masih muda di Cincinnati musim 2005. Terkadang saya akan berbicara dengannya dan ia akan bersikap dengan baik dan terkadang – saya tidak tahu apakah ia menyukai saya atau tidak – saya menghadapinya dengan sedikit canggung,” aku Murray.

Pertemuan di Cincinnati tersebut merupakan kali kedua mereka bertemu di turnamen ATP sebelum Safin pensiun dari dunia tenis pada musim 2009 setelah mantan petenis peringkat 1 dunia tersebut memenangkan 15 gelar, termasuk gelar US Open musim 2000 dan gelar Australian Open musim 2005. Safin merupakan satu dari petenis berkebangsaan Rusia yang pernah memuncaki dunia tenis putra bersama Yevgeny Kafelnikov.

Mengingat kembali kariernya sampai saat ini, petenis berusia 33 tahun menyatakan bahwa ia jarang terganggu dengan komentar negatif tentang dirinya. Meski ia mengingat satu insiden dengan publik yang memicunya merasa kesal. Insiden tersebut terjadi pada musim 2011 ketika ia tersingkir dari Wimbledon. Di semifinal, ia merebut set pertama melawan Rafael Nadal sebelum kalah dengan empat set.

“Orang-orang mengatakan hal buruk kepada saya, tetapi saya tidak membiarkannya mengganggu saya. Tetapi ada satu waktu. Saya baru kalah di semifinal Wimbledon dan tengah berjalan bersama istri saya. Beberapa pengendara melewati saya dan meneriakkan, ‘Dasar kau pecundang!’. Pada saat itu merupakan periode dalam kariersaya ketika saya mulai meragukan diri saya sendiri. Saya cukup sakit hati dengan teriakan itu,” ungkap Murray.

Satu musim setelah insiden tersebut, petenis yang telah memenangkan tiga gelar Grand Slam, memenangkan gelar Grand Slam pertama dalam kariernya di US Open sebelum memenangkan medali emas Olimpiade tahun 2012, dan menghuni peringkat 1 dunia.

Murray yang menjalani dua operasi pinggul, saat ini menghuni peringkat 115 dunia. Sejauh ini pada musim 2020, ia telah mencatatkan 3-3.

Artikel Tag: Tenis, Andy Murray, Marat Safin

595  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini