Anggota Tim Naomi Osaka Beberkan Target Terbesar Musim 2021

Penulis: Dian Megane
Jumat 01 Jan 2021, 21:11 WIB
Naomi Osaka berharap bisa mempersembahkan medali Olimpaide bagi Jepang

Naomi Osaka dalam perjalanan memenangkan gelar US Open 2020

Berita Tenis: Usai menghuni posisi puncak dunia tenis putri dan mengklaim gelar Grand Slam lebih dari satu, Naomi Osaka mengincar untuk mematahkan rekor baru pada musim 2021.

Pada musim 2020, petenis peringkat 3 dunia hanya melakoni empat turnamen, kombinasi dari pandemi COVID-19 dan cedera. Tetapi, ia masih menikmati kesuksesan dengan memenangkan gelar US Open untuk kali kedua dalam kariernya. Ia juga melaju ke final Cincinnati Open dan semifinal Brisbane International.

Di luar lapangan, petenis yang mengantongi tiga gelar Grand Slam menjadi pusat perhatian ketika ia menjadi sosok yang vokal mendukung gerakan Black Lives Matter dan bahkan didapuk menjadi atlet putri terbaik pada tahun ini menurut Associated Press (AP).

Menuju musim 2021, salah satu anggota tim juara US Open musim 2018 menyatakan bahwa ia memiliki target spesifik dalam benaknya. Yutaka Nakamura yang telah bekerja sebagai pelatih kebugarannya, mengungkapkan salah satu target yang akan mendapatkan ekstra perhatian adalah Olimpiade, yang seharusnya digelar pada tahun 2020 tetapi harus diundur akibat pandemi.

“Naomi mendeskripsikan target terbesarnya pada musim 2021 adalah bermain dengan baik di Olimpiade Tokyo,” ungkap Nakamura kepada harian, Mainichi.

“Dalam kariernya, ia tampaknya hanya bisa berkompetisi di Olimpiade Tokyo, Paris tahun 2024, dan Los Angeles tahun 2028. Ia memiliki peluang yang terbatas dan salah satu peluangnya adalah di Tokyo. Lebih jauh lagi, akan ada empat Grand Slam dan kami ingin mempersiapkan diri dengan baik, sehingga ia bisa tampil dengan performa terbaik di semua turnamen tersebut.”

Digelar di negara yang ia wakili, juara Australian Open musim 2019 menargetkan untuk menjadi petenis putri Jepang pertama yang memenangkan medali Olimpiade sekaligus petenis Jepang keempat. Rekan senegaranya, Kei Nishikori memenangkan medali perunggu di Olimpiade tahun 2016. Sementara Ichiya Kumagae memenangkan dua medali pada tahun 1920, termasuk medali perak di nomor ganda bersama Seiichiro Kashio.

Nakamura juga memberikan sekilas bagaimana petenis yang kalah dari Cori Gauff di babak ketiga Australian Open musim 2020, Osaka melakoni sesi latihan dan mengapa rehat selama beberapa hari dari tenis menjadi anugerah yang tersembunyi.

“Ada beberapa orang yang mungkin merasa takut untuk beristirahat, tetapi Naomi setidaknya tidak merasa takut. Ia lebih baik rehat sejenak,” tambah Nakamura.

“Selama rehat, ada beberapa hari ketika ia latihan kebugaran, tetapi pada dasarnya ia menjauh dari tenis. Berdasarkan pengalaman saya, para petenis bisa beristirahat jika mereka merasa telah mengerahkan semua kemampuan mereka ketika mereka berlatih dan bermain. Saya tidak memaksanya untuk melakukan ini atau itu seperti pekerjaan rumah ketika ia tengah rehat. Ia menciptakan ritmenya sendiri dan saya harus memberinya saran ketika waktunya tepat.”

“Ia bisa bertahan dengan latihan yang cukup intens terkait kualitas dan kuantitas, dan berlatih selama 2 jam demi mencapai tingkat tertentu. Itulah mengapa kami harus membiarkannya beristirahat ketika ia tengah rehat. Para petenis membutuhkan waktu untuk kembali ke dalam kondisi ketika tubuh dan pikiran mereka segar. Jadi, saya memperhatikan keseimbangan antara mendorongnya lebih keras dan menginjak rem.”

Petenis yang mengalahkan Serena Williams di final US Open musim 2018, Osaka diharapkan kembali beraksi di Australian Open musim 2021 setelah memilih untuk tidak turun di Abu Dhabi.

Artikel Tag: Tenis, olimpiade, US Open, australian open, Naomi Osaka

481  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini