Pirelli Beberkan Penyebab Pecahnya Ban Max Verstappen dan Lance Stroll

Penulis: Abdi Ardiansyah
Senin 07 Jun 2021, 19:15 WIB
Max Verstappen

Max Verstappen Saat Insiden di GP Azerbaijan

Berita F1: Pemasok tunggal ban di ajang balapan F1, Pirelli, menduga pecahnya ban mobil Max Verstappen dan Stroll di GP Azerbaijan disebabkan oleh serpihan atau kerb.

Dua kecelakaan terjadi saat balapan GP Azerbaijan sedang berlangsung. Lance Stroll (Aston Martin Cognizant F1) mengalaminya pecah ban di lap 31 (dari total 51 lap lomba). Akibat kecelakaan yang terjadi dekat pit entry tersebut, mobil AMR21 yang dikemudikan Stroll tergelincir dan menghantam dinding pembatas lintasan. Safety Car pun masuk lintasan dan balapan dihentikan cukup lama.

Insiden kedua dialami oleh Max Verstappen (Red Bull Racing-Honda). Padahal pebalap asal Belanda itu sedang memimpin balapan yang tinggal tersisa lima lap lagi. Saat melibas trek lurus Baku, ban belakang kiri mobilnya pecah sehingga mobil Verstappen menghantam dinding pembatas lintasan.

Seperti insiden sebelumnya, situasi bendera merah juga menunda balapan cukup lama. Beruntung Stroll maupun Verstappen tidak mengalami cedera serius.

Beberapa saat usai kecelakaan, Christian Horner selaku Prinsipal Red Bull Racing menduga bahwa pecahnya ban Verstappen akibat ban yang sudah aus. Namun Pirelli Head of F1 and Car Racing, Mario Isola, tak setuju dengan pendapat Horner.

“Saya tidak akan memasukkan keausan ban dalam daftar karena sangat yakin bukan itu penyebabnya. Di Baku, bagian belakang-kiri bukan area paling berat bagi ban. Paling berat justru belakang-kanan,” kata Isola seperti yang dikutip dari Motorsport.com.

“Saya tidak mau cepat memberikan kesimpulan. Tetapi sepertinya karena potongan serpihan bekas kecelakaan (debris). Seperti saya bilang, kinerja ban belakang-kiri bukan yang terberat. Banyak mobil lain, dengan ban dan jumlah lap yang sama, tidak bermasalah,” ia melanjutkan.

“Jadi, investigasi awal kami menyimpulkan penyebab pecahnya ban Stroll dan Verstappen adalah faktor eksternal. Misalnya serpihan, kerb, atau lainnya,” jelasnya.

Penjelasan Isola juga mengacu pada data telemetri dimana tidak ada tanda-tanda yang bisa menjadi semacam peringatan sebelum ban pecah.

“Tidak ada getaran atau sesuatu lainnya yang bisa menunjukkan tanda-tanda ban akan bermasalah,” ujar Isola.

Isola pun menduga kecelakaan yang dialami Verstappen kemungkinan disebabkan karena mobilnya menggilas serpihan dari kecelakaan Stroll. Kejadian ini mirip seperti yang dialami Valtteri Bottas yang mengalami pecah ban saat memimpin balapan GP Azerbaijan 2018.

“Untuk mobil Verstappen, bisa jadi karena serpihan dari mobil Stroll. Namun untuk Stroll, kami belum tahu karena tidak ada insiden sebelum ia mengalami kecelakaan,” tuturnya.

Untuk penyelidikan lebih lanjut, pihaknya akan menggunakan rekaman tayangan balapan, video, foto, dan semua gambar visual untuk mendapatkan jawaban pasti penyebab insiden tersebut.

Selain kasus Lance Stroll dan Max Verstappen. Pirelli juga mendapati adanya serpihan pada ban keras yang dipakai Lewis Hamilton. Serpihan tersebut ditemukan saat ia masuk pit setelah kecelakaan Verstappen.

“Serpihan itu ada di sisi dalam punggung ban belakang-kiri. Ukurannya cukup dalam dan besar, mungkin 6-7cm tetapi tidak merusak konstruksi sehingga ban tetap utuh,” Isola mengungkapkan.

“Saat red flag, Hamilton masuk pit dan mengganti satu set ban baru. Dari situlah kami tahu ada serpihan besar di ban belakang-kiri yang baru saja dipakainya,” imbuhnya.

Pirelli akan membawa semua ban kembali ke laboratorium mereka di Milan, Italia, untuk penyelidikan menyeluruh. Isola menyatakan pihaknya akan memberikan laporan hasil investigasi kepada tim menjelang GP Prancis dua pekan ke depan.

Artikel Tag: lance stroll, Max Verstappen, F1 2021, GP Azerbaijan

2136  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini