Pelatih Belgia Sempat Bujuk Andreas Pereira untuk Khianati Brasil

Penulis: Demos Why
Kamis 07 Mei 2020, 06:59 WIB
Pelatih Belgia Sempat Bujuk Andreas Pereira untuk Khianati Brasil

Andreas Pereira (Foto: Adam Davy/PA Images via Getty Images)

Berita Sepakbola: Gelandang Manchester United, Andreas Pereira, mengakui bahwa pelatih timnas Belgia, Roberto Martinez, sempat membujuk dirinya untuk menjadi bagian dari Rode Duivels. Namun Pereira sudah terlanjur cinta terhadap Brasil.

Pereira sendiri sebenarnya merupakan pemain kelahiran kota Duffel, Belgia, 24 tahun yang lalu. Namun dalam darahnya mengalir keturunan Brasil yang membuat dia memilih Selecao sebagai tim nasional yang ingin dia bela.

Namun sebelum bermain bagi Brasil U20, Pereira tercatat sempat bermain beberapa kali bagi timnas Belgia di kelompok usia. Pereira lantas mendapatkan kesempatan bermain bagi timnas senior Selecao pada September 2018, atau tepatnya ketika Nrasil menghadapi El Salvador dalam sebuah laga persahabatan. Namun sejak saat itu hingga kini dia belum dipanggil lagi oleh timnas Brasil.

Belakangan, Pereira sempat mengungkapkan fakta di mana Martinez sempat mencoba untuk membujuk dirinya 'mengkhianati' Brasil. Namun sang pemain menegaskan bahwa dia hanya ingin bermain bagi Selecao.

"Pelatih Belgia sempat bertanya kepada saya terkait situasi saya saat itu. Dia bertanya apakah sata memiliki peluang untuk bermain bagi Belgia," ujar Pereira kepada Globo Esporte.

"Saya saya adalah orang Brasil dan hati saya hanya untuk Brasil, keluarga saya orang Brasil. Saya memang lahir di Belgia, namun tak pernah memiliki keinginan untuk bermain bagi Belgia. Saya tak pernah memikirkan hal itu."

"Dia lantas berkata kepada saya, jika saya tidak bahagia suatu saat nanti dan mereka [timnas Brasil] memperlakukan saya dengan cara yang saya tak suka, maka mereka [Belgia] akan selalu menerima dengan tangan terbuka," pungkasnya.

Artikel Tag: Andreas Pereira, Manchester United, Roberto Martinez, Timnas Belgia

353  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini