Frank Vogel Kesal Karena Pemain Baru Lakers Dibilang Tua

Penulis: Viggo Tristan
Minggu 26 Sep 2021, 13:29 WIB
Frank Vogel kesal karena skuat barunya selalu diejek tua dan tidak bisa kompetitif.

Frank Vogel kesal karena pemain barunya dianggap tua. (Gambar: Silver Screen and Roll)

Ligaolahraga.com -

Berita Basket NBA : Pelatih kepala Los Angeles Lakers yaitu Frank Vogel merasa kesal dengan komentar negatif orang-orang terkait skuat barunya. Banyak yang mengatakan bahwa Lakers tidak akan bisa kompetitif karena dipenuhi oleh para pemain tua.

Tidak bisa dipungkiri bahwa Los Angeles Lakers memang melakukan perombakan skuat di bursa pasar bebas. Mereka mendatangkan delapan pemain baru sekaligus untuk memperkuat tim di NBA musim 2021-2022 mendatang. Namun dari pembelian Lakers, ada satu hal yang unik. Mereka membeli sejumlah pemain yang berusia 30 tahun ke atas.

Strategi Lakers ini lantas dikritik oleh banyak orang. Menurutnya, para pemain tua tidak akan bisa kompetitif lagi di era modern. Mereka memang pernah jadi pemain bintang di masa lalu, tetapi era modern membutuhkan kecepatan yang solid dari pemain.

Menanggapi kritikan tersebut, Vogel marah besar. Ia tidak setuju jika pemain tua dianggap tidak bisa memberi kontribusi besar. Ia yakin punggawa-punggawa barunya tetap bisa memberi penampilan yang bagus.

"Mereka bilang tim kami sudah tua. Saya tidak suka dengan sebutan itu. Mereka ini pemain hebat. Pemain yang masih bisa bermain di level tertinggi. Saya rasa beberapa dari mereka memang punya perkembangan karier yang lambat. Tapi, bila seorang pemain masih bisa tampil di level tertinggi, usia bukan ukuran," ucap Vogel saat diwawancara oleh media setempat.

Artikel Tag: Frank Vogel, los Angeles lakers, NBA

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/basket/frank-vogel-kesal-karena-pemain-baru-lakers-dibilang-tua
733  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini