Tak Ada Perlakuan Khusus Selama Karantina Jelang Australian Open

Penulis: Dian Megane
Senin 18 Jan 2021, 16:25 WIB
Sejumlah kendala bermunculan bahkan sebelum Australian Open 2021 dimulai

Para petenis di penerbangan bebas virus diizinkan berlatih selama 5 jam setiap harinya

Berita Tenis: Para petenis yang terjebak di hotel karantina jelang Australian Open diberi tahu bahwa mereka tidak akan mendapatkan perlakuan istimewa meski mereka melontarkan keluhan.

Otoritas kesehatan Australia menolak permintaan untuk meringankan aturan isolasi yang ketat setelah sejumlah petenis berlatih dengan memukul bola ke kaca jendela hotel, dinding, mau pun kasur yang diberdirikan dengan harapan siap untuk turun di Grand Slam pertama pada musim 2021.

Australian Open ditunda sampai 8 Februari, tetapi menghadapi kendala dalam memfasilitasi para petenis untuk berlatih setelah kasus positif COVID-19 ditemukan di tiga dari 17 penerbangan sewaan yang membawa para petenis dan stafnya.

72 petenis yang berada dalam tiga penerbangan tersebut telah dianggap sebagai kontak dekat dengan keempat kasus positif COVID-19 dan dilarang untuk berlatih di luar kamar hotel selama 14 hari, karena Australia yang sebagian besar bebas virus menoba mencegah penularan kepada komunitas.

Sejumlah petenis pun menggunakan media sosial untuk mengeluhkan situasi tersebut.

Petenis peringkat 1 dunia, Novak Djokovic yang tiba dengan penerbangan bebas virus dan diizinkan untuk berlatih dalam situasi gelembung keselamatan, diberitakan mengirim daftar permintaan kepada pihak penyelenggara Australian Open, termasuk mengizinkan para petenis untuk pindah ke rumah pribadi dengan lapangan tenis.

Pihak pemerintah Victoria, Daniel Andrews membalas permintaan tersebut dengan menyatakan bahwa pihak berwenang tidak akan meringankan aturan kesehatan ketat apa pun bagi para petenis.

“Tidak ada perlakuan istimewa di sini, karena virus itu tidak memperlakukan anda dengan khusus, begitu juga dengan kami,” seru Andrews.

Pengaturan tersebut seakan menjadi bumerang di Australia setelah para pengguna media sosial mempertanyakan mengapa lebih dari 1.000 petenis dan staf diterbangkan demi meramaikan Grand Slam pertama musim 2021, ketika puluhan ribu orang Australia tetap terdampar di luar negeri.

Australia telah menutup perbatasan internasional pada bulan Maret dan sejak saat itu membatasi jumlah warga negaranya yang bisa kembali pada setiap pekannya.

Sementara mayoritas para petenis diizinkan keluar untuk berlatih selama 5 jam, tidak seperti para pelancong yang dikurung dalam kamar hotel mereka selama 14 hari penuh.

Andrews menyatakan bahwa semua petenis mengetahui tentang karantina ketat Australia sebelum mereka memutuskan untuk terbang.

Sementara itu, Tennis Australia telah mulai mengirimkan peralatan latihan bagi petenis yang diisolasi di tengah-tengah kekhawatiran resiko cedera ketika mereka beraksi di lapangan selama satu pekan di turnamen sebelum Australian Open yang akan dimulai pada 31 Januari.

Artikel Tag: Tenis, australian open

521  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini