Sang Pelatih Berharap Bisa Dampingi Dominic Thiem Di Australian Open 2021

Penulis: Dian Megane
Jumat 15 Jan 2021, 19:40 WIB
Nicolas Massu [paling kiri] bisa dampingi Dominic Thiem [di sebelah Massu] di Australian Open 2020

Nicolas Massu [paling kiri] dan Dominic Thiem [di sebelah Massu] usai US Open 2020

Berita Tenis: Persiapan Dominic Thiem jelang Australian Open musim 2021 mengalami kemunduran setelah pelatihnya, Nicolas Massu positif terpapar COVID-19.

Hal tersebut diumumkan sesaat sebelum petenis berkebangsaan Austria berangkat menuju Autralia. Itu artinya, pelatih asal Chili tersebut tidak bisa ikut pergi bersama runner up Australian Open musim 2020 sesuai dengan rencana awal.

Massu berharap ia bisa segera mendapatkan hasil negatif untuk COVID-19 dan bergabung dengan juara US Open musim 2020 di Australia tepat waktu. Tetapi ia merasa senang bahwa petenis berusia 27 tahun berada di tangan yang tepat, yakni ayahnya, Wolfgang Thiem.

“Ini artinya, Wolfgang akan menanggung tanggung jawab melatih sendirian. Ia bisa melakukannya dengan mudah, tetapi saya harap saya berada di sana tepat waktu demi Grand Slam,” aku Massu.

Wolfgang sebelumnya merupakan pelatih aktif di turnamen ATP dan bekerja sama dengan sejumlah petenis peringkat 100 besar. Ia juga akan menjadi kapten tim Austria di ajang tenis beregu putra, ATP Cup yang akan dimulai pada pekan pertama bulan Februari.

Sementara itu, Massu sama sekali tidak tahu bagaimana ia terinfeksi COVID-19 dan ia mengkonfirmasi bahwa ia mengalami gejala ringan saat ini.

“Saya mengalami gejala ringan, punggung saya sedikit sakit,” ungkap Massu. “Ini tidak bisa dijelaskan. Saya tidak tahu di mana saya terinfeksi oleh virus itu. Saya menjalani tes setiap dua atau tiga hari selama berpekan-pekan, lalu saya positif terinfeksi sebelum keberangkatan.”

Sebagai juara Grand Slam terbaru (US Open musim 2020) di dunia tenis putra, Thiem akan memasuki Australian Open dengan penuh percaya diri. Tetapi absennya Massu bisa memicu petenis peringkat 3 dunia merasa gelisah.

Pelatih asal Chili tanpa diragukan memiliki pengaruh besar terhadap petenis yang mengalahkan Alexander Zverev di final US Open, dengan melihat dua musim paling sukses dalam kariernya sampai saat ini, musim 2019 dan 2020.

Pada periode tersebut, petenis peringkat 3 dunia memenangkan gelar turnamen Masters 1000 dan Grand Slam pertama dalam kariernya, serta melaju ke dua final Grand Slam lainnya dan final ATP Finals sebanyak dua kali secara beruntun.

Jika Massu tidak pulih tepat waktu agar bisa terbang menuju Australia, peluang Thiem untuk memenangkan gelar Australian Open pertama dalam kariernya mungkin akan terganggu.

Artikel Tag: Tenis, australian open, US Open, Dominic Thiem

643  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini