Australian Open Bisa Jadi Akhir Karier Andy Murray

Penulis: Dian Megane
Jumat 11 Jan 2019, 19:53 WIB
Australian Open Bisa Jadi Akhir Karier Andy Murray

Andy Murray tak kuasa menahan air mata setelah mengungkapkan keputusan yang sulit

Dunia tenis dikejutkan setelah Andy Murray mengkonfirmasi pada hari Jum’at (11/01) waktu setempat bahwa Australian Open pekan depan bisa menjadi turnamen terakhir yang dilakoni dalam kariernya.

Petenis yang menenangkan tiga gelar Grand Slam, Murray mengungkapkan berita tersebut di hadapan para awak media yang berada di Australia dan menjadi momen yang sangat emosional bagi Murray setelah dalam beberapa kesempatan ia menitikkan air mata.

Murray telah disulitkan dengan cedera pinggul selama hampir dua musim yang membuatnya menepi dari dunia tenis selama 11 bulan. Pada Januari 2018, ia menjalani operasi dengan harapan untuk membantu menyelesaikan cedera yang dialaminya, tetapi Murray menyatakan bahwa ia masih merasakan sakit di area yang sama.

Awal pekan ini, Murray terlihat menjalani sesi latihan bersama Novak Djokovic di Melbourne Park, tetapi terlihat jelas bahwa gerakannya sangat terbatas. Ia kalah dalam sesi latihan tersebut dengan 6-1, 4-1.

“Saya tidak merasa baik-baik saja,” ungkap Murray dalam konferensi persnya.

“Yang pasti, saya telah berjuang keras untuk waktu yang cukup lama dan merasa kesakitan selama hampir 20 bulan. Saya telah melakukan banyak hal yang bisa membuat pinggul saya terasa lebih baik dan hal itu tidak banyak membantu.”

“Saya akan bermain. Saya masih bisa bermain dalam level tertentu, tetapi bukan level yang saya inginkan. Rasa sakitnya terlalu berlebihan, dan saya tidak ingin bermain dengan kondisi seperti itu.”

Setelah pernyataan yang mengejutkan tersebut, Murray mengatakan bahwa ia berharap untuk bisa sampai ke Wimbledon sebelum mengakhiri kariernya di dunia tenis untuk selamanya. Walaupun ia tidak yakin apakan ia bisa melakukannya. Murray adalah petenis pertama Inggris dan satu-satunya yang memenangkan gelar Grand Slam di Open Era. Di All England Club (venue Wimbledon) ia memenangkan gelarnya pada musim 2013 dan 2016

“Saya mencoba semua yang bisa saya lakukan untuk memperbaikinya, tetapi tidak berhasil. Saya berbicara dengan tim saya dan mengatakan kepada mereka bahwa saya tidak bisa terus melakukannya,” lanjut Murray.

“Saya harus membuat titik akhir, karena saya hanya bermain tanpa mengetahui kapan rasa sakitnya akan berhenti. Mengambil keputusan itu, saya pikir saya bisa melalui hal ini sampai Wimbledon, pada saat itulah saya ingin berhenti bermain. Saya juga tidak yakin apakah saya bisa melakukannya.”

Ketika ditanya apakah Australian Open bisa menjadi turnamen terakhirnya, Murray menjawab dengan mengatakan, “Masih ada peluang.” Australian Open kali ini akan menjadi penampilan Murray untuk kali ke-48 di undian utama Grand Slam.

“Ada peluang untuk hal itu, ya, itu yang pasti. Saya tidak yakin mampu bermain dengan rasa sakit untuk empat atau lima bulan ke depan,” imbuh Murray.

“Saya memiliki pilihan untuk menjalani operasi lainnya, yang lebih berat dari operasi sebelumnya, tetapi hal itu akan memberi saya kualitas hidup yang lebih baik. Beberapa atlet melakukannya dan kembali berkompetisi, tetapi tidak ada jaminan bahwa saya bisa melakukannya. Alasan untuk melakukannya adalah bukan untuk kembali.”

Pada babak pertama Australian Open musim ini, Murray akan berhadapan dengan Roberto Bautista Agut.

Artikel Tag: Tenis, australian open, Andy Murray

560  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini