Franco Morbidelli Ingin MotoGP Tak Hanya Diam Soal Isu Rasisme

Penulis: Abdi Ardiansyah
Selasa 15 Sep 2020, 14:55 WIB
Franco Morbidelli

Franco Morbidelli

Berita MotoGP: Franco Morbidelli mengaku ingin mengakat isu soal kesetaraan ras, ia juga ingin menjadi duta anti rasisme di ajang balap MotoGP.

Tahun 2020 memang diwarnai dengan banyak sekali kejadian-kejadian yang kurang menyenangkan. Mulai dari pandemi yang tak kunjung berakhir, ada pula masalah rasisme yang kian memanas.

Ketika Formula 1 mengkampanyekan gerakan anti rasisme dan Black Lives Matter, MotoGP justru tampak masih sunyi senyap. Sikap ini pun menuai protes dari berbagai pihak termasuk Rider Petronas Yamaha SRT, Franco Morbidelli, yang juga mengaku heran dengan situasi ini.

Morbidelli lantas menjelaskan soal tema helmnya yang terinspirasi dari film 'Do The Right Thing' yang diproduseri, disutradarai, sekaligus dibintangi oleh Spike Lee dan dirilis pada 1989.

Film ini mengisahkan sebuah wilayah di Brooklyn yang penduduknya mengalami konflik akibat rasisme, dan membuat rider Italia tersebut terinspirasi menyampaikan pesan anti rasisme sekaligus kesetaraan bagi seluruh manusia.

"Saat memutuskan memakai helm spesial akhir pekan ini, saya ingin membahas topik besar, yakni rasisme. Tapi saya juga ingin membahas soal 2020 secara keseluruhan, karena 2020 dimulai dengan sangat buruk. Ada banyak hal yang tak menyenangkan terjadi di dunia. Kami coba bikin audiens nyaman melihatnya, jadi saya ingin bahas topik ini secara ringan, tak kelewat serius," ujarnya kepada MotoGP.com.

"Di dalamnya, ada karakter yang berkata, 'Time Out!', meminta semua orang menghentikan omong kosong dan berhenti saling benci. Jadi, saya putuskan untuk memposisikan diri saya pada karakter itu, bahkan sampai ke baju-bajunya," jelas Morbidelli.

"Saya juga ingin menyampaikan pesan kesetaraan dalam berbagai bahasa, karena ini salah satu hal terpenting. Kita harus ingat kita semua sama. Covid-19 mengingatkan hal ini kepada kita dengan cara yang buruk, tapi kita juga harus ingat hal-hal baik. Jadi, ini pesan terbaik untuk disampaikan, dengan cara yang lebih ringan," tukasnya.

Morbidelli juga heran banyak pihak menyerang Hamilton dan atlet-atlet yang melakukan tindakan serupa, meminta agar mereka fokus berlaga saja.

"Semua orang harus punya suara soal ini dan menggunakannya. Saya tak sepakat saat orang bilang atlet tak usah terlibat politik dan hanya menghibur. Sebagai atlet, kami punya wadah privilese dan misi sosial juga," ungkapnya.

Morbidelli menyatakan, meski dirinya bukan orang kulit hitam, isu rasisme sangat sensitif baginya, mengingat ia merupakan rider Italia berdarah Brasil. Ia mengaku sempat mengalami tindakan rasisme dari orang-orang saat ia masih sekolah di Roma dan sebelum ia pindah ke Tavullia ketika berlatih intensif dengan Rossi.

"Kami juga menginisiasi #WeRaceAsOne, tapi MotoGP memilih lebih fokus pada perlawanan terhadap Covid-19 dan semua konsekuensinya, ketimbang mengutuk rasisme. Mungkin karena di MotoGP tak ada pahlawan kulit hitam seperti Lewis. Selain itu, tak ada rider yang karakternya setara dengan Lewis, yang unik dengan gayanya sendiri di luar trek,"pungkasnya.

Artikel Tag: Franco Morbidelli, motogp

1859  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini