Xander Zayas dan Abass Baraou Tunjukkan Wajah Humanis Dari Dunia Tinju

Xander Zayas (kiri) dan Abass Baraou berpose setelah pertarungan mereka. (Foto: Fight TV)
Duel unifikasi kelas menengah junior antara Xander Zayas dan Abass Baraou menunjukkan sisi berbeda dari dunia tinju — sisi persahabatan, rasa hormat, dan kemanusiaan.
Promosi pertandingan tinju biasanya dibangun di atas rivalitas, baik yang muncul secara alami maupun yang sengaja diciptakan.
Konflik emosional sering menjadi bahan bakar untuk menarik perhatian publik, karena olahraga ini pada dasarnya adalah pertarungan fisik.
Pertarungan Zayas dan Baraou yang berlangsung di Puerto Riko akhir pekan lalu itu memiliki cerita unik.
Keduanya bukan sekadar lawan, melainkan mantan rekan sparring yang telah berbagi ring lebih dari 80 ronde dalam beberapa tahun terakhir.
Keduanya berlatih di Florida Selatan dan menjalin hubungan pertemanan yang erat.
Bahkan, ketika tim pelatih Baraou tidak dapat hadir dalam sesi latihan, pelatih Zayas, Javiel Centeno, pernah membantu melatihnya.
Persahabatan mereka terbentuk dari perjuangan yang sama dalam mengejar mimpi menjadi juara dunia.
Dalam salah satu sesi latihan, keduanya pernah sepakat bahwa jika suatu hari mereka sama-sama menjadi juara dunia, mereka akan bertemu di ring sebagai juara.
Janji itu akhirnya menjadi kenyataan.
Xander Zayas lebih dulu merebut sabuk WBO setelah mengalahkan Jorge Garcia, sementara Abass Baraou menyusul dengan merebut gelar WBA setelah mengalahkan Yoenis Tellez.
Momen tersebut membuat keduanya sadar bahwa pertarungan di antara mereka tidak terelakkan.
Berbeda dengan banyak duel tinju yang dipenuhi provokasi, kedua petinju tetap menjaga rasa hormat satu sama lain.
Mereka mengakui bahwa kedekatan dan pengalaman bersama memberi keuntungan tersendiri, tetapi tidak pernah saling merendahkan.
Di depan lebih dari 11.000 penonton di Coliseo de Puerto Rico, keduanya bertarung sengit namun tetap terkendali secara emosional.
Zayas mampu mengatasi tekanan Baraou dengan teknik dan pergerakan ring yang disiplin.
Memasuki ronde terakhir, keduanya bertukar pukulan dalam aksi dramatis yang disambut sorak penonton.
Setelah bel berbunyi, mereka saling berpelukan. Zayas memenangkan pertandingan melalui keputusan split decision, tetapi ia segera merangkul Baraou dalam perayaan bersama.
Dalam wawancara usai laga, Zayas meminta penonton memberi tepuk tangan untuk sahabatnya, sementara Baraou dengan jujur mengakui bahwa kemenangan memang pantas menjadi milik Zayas.
Malam itu, Xander Zayas dan Abass Baraou tidak hanya menghadirkan pertarungan berkualitas, tetapi juga mengingatkan bahwa di balik kerasnya tinju, tetap ada rasa hormat dan kemanusiaan.
Artikel Tag: puerto riko, xander zayas
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/xander-zayas-dan-abass-baraou-tunjukkan-wajah-humanis-dari-dunia-tinju
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini