Xander Zayas dan Pelatih Javiel Centeno Bidik Sejarah di Puerto Riko

Penulis: Hanif Rusli
Sabtu 31 Jan 2026, 07:53 WIB - 177 views
Xander Zayas (kiri) dan Javiel Centeno. (Foto: Fight TV)

Xander Zayas (kiri) dan Javiel Centeno. (Foto: Fight TV)

Ligaolahraga.com -

Dalam dunia tinju, berganti pelatih adalah hal yang lumrah. Namun bagi Xander Zayas, kesetiaan menjadi bagian penting dari perjalanannya.

Sejak berusia 11 tahun, Zayas hanya mengenal satu pelatih: Javiel Centeno. Kini, 12 tahun berselang, keduanya berdiri di ambang momen terbesar dalam karier masing-masing.

Xander Zayas (22-0, 13 KO) dijadwalkan menghadapi Abass Baraou dalam laga unifikasi gelar kelas 154 pound pada 31 Januari di Coliseo de Puerto Riko, San Juan.

Bertarung di tanah kelahirannya memberi makna emosional yang jauh lebih dalam, bukan hanya bagi Zayas, tetapi juga bagi Centeno yang selalu berada di sisinya.

“Javiel Centeno seperti ayah kedua bagi saya,” ujar Xander Zayas.

Ia menyebut Centeno sebagai sosok yang memahami dirinya luar-dalam, baik sebagai petinju maupun sebagai manusia.

Hubungan mereka melampaui relasi pelatih dan atlet; ikatan itu sudah menyerupai keluarga.

Jika menang, Zayas berpeluang mencatat sejarah sebagai petinju Puerto Riko pertama yang menyatukan gelar dunia di Pulau Karibia tersebut, sekaligus menjadi yang termuda dalam sejarah tinju.

Sebelumnya, hanya satu laga unifikasi yang pernah digelar di Puerto Riko, yakni pada 2010, ketika Ivan Calderon kalah KO dari Giovani Segura.

Centeno mengaku laga ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan. “Impian Xander adalah impian kami,” katanya.

Ia menggambarkan momen ini seperti memberi hadiah Natal kepada seorang anak—sebuah kebahagiaan yang ingin ia rasakan kembali.

Zayas memasuki laga ini sebagai juara WBO, sementara Baraou memegang sabuk WBA. Pertarungan ini akan menjadi ujian terberat dalam karier Zayas yang sejauh ini berjalan nyaris sempurna.

Perjalanan keduanya dimulai secara tak terduga di sebuah turnamen amatir di Florida Selatan.

Setelah pelatih lama Zayas meninggal dunia, kesan mendalam yang ditinggalkan Centeno membuat Zayas memilihnya sebagai mentor.

Sejak saat itu, Centeno membentuk Zayas dari petinju agresif menjadi sosok komplet dengan jab tajam dan kecerdasan bertarung tinggi.

Satu-satunya kekalahan Zayas di usia 14 tahun justru menjadi titik balik. Alih-alih mengeluh, ia meminta penjelasan dan ingin belajar. Sejak saat itu, Zayas tak pernah kalah lagi.

Kini, menjelang duel bersejarah, Zayas dan Centeno tak hanya mengejar gelar, tetapi juga merayakan perjalanan panjang yang mereka bangun bersama—dari mimpi seorang bocah hingga panggung dunia di rumah sendiri.

Artikel Tag: Xander Zayas, puerto riko

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/xander-zayas-dan-pelatih-javiel-centeno-bidik-sejarah-di-puerto-riko
Follow Us on Google News
177
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini