Mencengangkan! Lorenzo Sonego Bantai Novak Djokovic Di Wina

Penulis: Dian Megane
Sabtu 31 Okt 2020, 09:32 WIB
Lorenzo Sonego lolos ke semifinal Vienna Open 2020 dengan permalukan petenis peringkat 1 dunia

Lorenzo Sonego mencatatkan kemenangan pertama atas Novak Djokovic di Vienna Open 2020

Berita Tenis: Lorenzo Sonego secara mengejutkan berhasil menumbangkan petenis peringkat 1 dunia, Novak Djokovic dengan hasil telak 6-2, 6-1 di Vienna Open.

Usai mengklaim kemenangan terbesar dalam kariernya sampai saat ini yang mengantarkannya ke semifinal Vienna Open, Sonego mengungkapkan, “Yang pasti, itu kemenangan terbaik dalam hidup saya. Novak adalah petenis terbaik di dunia. Kali ini, saya bermain dengan sangat, sangat baik. Sungguh tidak bisa dipercaya. Ini mengagumkan.”

Beberapa hari yang lalu, petenis berkebangsaan Italia kalah dengan tiga set di babak terakhir kualifikasi melawan petenis berkebangsaan Slovenia, Aljaz Bedene. Tetapi, ia memasuki undian pertandingan utama sebagai lucky loser menggantikan petenis berkebangsaan Argentina, Diego Schwartzman. Sejak saat itu, ia belum kehilangan satu set pun dan bermain dengan permainan terbaik demi menumbangkan petenis yang telah mengantongi 81 gelar, Djokovic dalam waktu 68 menit saja.

“Saya memainkan pertandingan terbaik dalam hidup saya. Saya sangat senang dengan kemenangan ini,” seru Sonego.

Djokovic menyia-nyiakan peluang untuk memastikan diri menjadi petenis peringkat 1 dunia akhir musim pada pekan ini. Jika ia memenangkan gelar Vienna Open musim ini, ia akan menyamai prestasi Pete Sampras yang menjadi petenis peringkat 1 dunia akhir musim sebanyak enam kali. Dengan kekalahan tersebut, musim ini ia mencatatkan 39-3.

Petenis berusia 25 tahun belum pernah memenangkan satu set pun dari tiga pertandingan sebelumnya melawan petenis peringkat 10 besar. Tetapi petenis peringkat 42 dunia menahan rasa tegangnya demi menjadi lucky loser pertama yang melumpuhkan Djokovic (1-12). Petenis berkebangsaan Italia belum mendapatkan poin peringkat sampai ia berusia 19 tahun dan kurang lebih enam tahun selanjutnya, ia membuat para penonton di Vienna Open berdecak kagum dengan performa impresifnya.

“Saya fokus dengan permainan saya. Saya kali ini bermain dengan apik. Saya servis dengan begitu baik, saya mengembalikan dengan rapi, saya memainkan permainan terbaik, dan menggerakkan bolanya dengan luar biasa. Saya menyukai kondisi di sini. Lapangan ini begitu cepat bagi servis saya,” tambah Sonego.

Petenis unggulan pertama mendapatkan enam break point dalam dua game di set kedua, tetapi petenis peringkat 42 dunia menaikkan level permainan demi mempertahankan keuntungannya. Tampaknya petenis berkebangsaan Serbia membutuhkan satu momentum untuk membalikkan keadaan, tetapi petenis peringkat 42 dunia tidak membiarkannya dengan permainan level tinggi yang konsisten.

Djokovic melakukan unforced error yang tidak biasa ia lakukan dalam jumlah yang cukup banyak, sehingga memberi kepercayaan diri kepada petenis berkebangsaan Italia.

Petenis yang baru mengantongi satu gelar di Antalya musim lalu, mengawali pekan di Vienna Open dengan 6-16 di turnamen hard-court. Tetapi petenis non unggulan asal Italia tampak nyaman memainkan permainan agresif melawan salah satu petenis dengan pertahanan paling kokoh dalam sejarah dan tidak memperlihatkan rasa gentar dengan forehandnya yang penuh tenaga.

Sonego yang memenangkan 80 persen poin dari servis pertamanya membukukan laga semifinal Vienna Open melawan Dan Evans setelah petenis berkebangsaan Inggris tersebut menumbangkan petenis berkebangsaan Bulgaria, Grigor Dimitrov dengan 7-6, 4-6, 6-3.

Artikel Tag: Tenis, Vienna Open, Lorenzo Sonego, Novak Djokovic, Dan Evans

2574  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini