Scott Coker Hadirkan Ki MMA dengan Format Pertarungan di Dalam Ring

Melalui Ki MMA, Scott Coker ingin membangun promosi yang memiliki jangkauan global sekaligus memberi jalur jelas bagi para petarung menuju gelar World Grand Prix. (Foto: Fight TV)
Promotor veteran mixed martial arts (MMA) Scott Coker mengumumkan promosi baru bernama Ki MMA yang dijadwalkan mulai beroperasi pada awal 2027.
Organisasi tersebut akan menggelar turnamen World Grand Prix kelas bulu yang melibatkan 32 petarung dari empat benua.
Scott Coker mengumumkan Ki MMA dalam acara media di New York, Senin (14/9).
Turnamen perdana akan diikuti delapan petarung dari masing-masing kawasan, yakni Amerika Utara, Amerika Selatan, Asia, dan Eropa.
Setiap kawasan akan menentukan satu finalis yang kemudian melaju ke semifinal internasional.
Nama-nama peserta belum diumumkan. Turnamen akan digelar di kelas bulu 145 pound atau sekitar 66 kilogram, sementara Ki MMA juga berencana menghadirkan Super Fights yang mempertemukan nama-nama mapan di olahraga tersebut.
Ki MMA menargetkan penyelenggaraan event di Amerika Serikat, Irlandia, Hungaria, Brasil, Jepang, Korea Selatan, serta Italia atau Prancis.
Dengan konsep tersebut, Coker ingin membangun promosi yang memiliki jangkauan global sekaligus memberi jalur jelas bagi para petarung menuju gelar World Grand Prix.
“Beberapa momen paling berharga dalam karier saya adalah menyaksikan petarung berkembang dari prospek menjadi bintang di panggung dunia. Itulah yang ingin kami lakukan bersama Ki MMA,” kata Scott Coker.
“Tujuan kami adalah membangun bintang sambil tetap setia pada disiplin, karakter, dan rasa hormat yang sejak awal membawa kami pada seni bela diri,” ujarnya.
Berbeda dengan UFC dan sejumlah promosi MMA besar lainnya, seluruh pertarungan Ki MMA akan berlangsung di ring, bukan arena berpagar atau cage.
Format tersebut merupakan bagian dari visi Coker yang terinspirasi sejarah MMA di Jepang.
Coker mengaku sebenarnya sudah ingin menggunakan ring ketika memimpin Strikeforce.
Namun, rencana itu terbentur aturan komisi atletik California saat Strikeforce menggelar Shamrock vs. Renzo Gracie pada 2006. Karena itu, dia akhirnya menggunakan cage.
Menurut Coker, ring memberikan pengalaman menonton yang berbeda dan mengingatkannya pada era Pride di Jepang.
Rich Chou, eksekutif Ki MMA yang sebelumnya bekerja bersama Coker, mendukung keputusan tersebut. Dia menilai penggunaan ring merupakan cara untuk menghormati akar dan tradisi MMA.
“MMA dimulai di ring. Di Jepang, mereka sudah bertarung di ring sejak 1985. Ini sudah lama ada,” kata Chou.
Coker sebelumnya memimpin Strikeforce, yang berkembang menjadi salah satu rival utama UFC sebelum diakuisisi Zuffa pada 2011.
Dia kemudian menjadi CEO Bellator sebelum promosi tersebut dibeli Professional Fighters League (PFL) pada 2023.
Ki MMA hadir di tengah persaingan dengan UFC, PFL, ONE Championship, dan Rizin dalam memperebutkan petarung, hak siar, serta penonton internasional.
Artikel Tag: mma
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/olahraga-lain/scott-coker-hadirkan-ki-mma-dengan-format-pertarungan-di-dalam-ring
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini