Terkait Pemotongan Gaji, Rooney Sentil Departemen Kesehatan Inggris

Penulis: Demos Why
Senin 06 Apr 2020, 06:45 WIB
Terkait Pemotongan Gaji, Rooney Sentil Departemen Kesehatan Inggris

Wayne Rooney (Foto: Andrew Kearns - CameraSport via Getty Images)

Berita Sepakbola: Striker Derby County, Wayne Rooney, mengkritik kebijakan Premier League yang memotong gaji para pemain sebesar 30 persen karena pandemi virus corona. Rooney menilai keputusan itu hanya memojokkan para pesepakbola saja di tengah masa krisis.

Belum lama ini Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock, melakukan pertemuan terkait Covid-19 dan menyatakan bahwa para pemain sepakbola Premier League diharuskan untuk mengambil peran nyata selama masa crisis akibat pandemi virus corona. Hal itu diungkapkan oleh Hancock usai beberapa klub Inggris lebih memilih merumahkan staf yang tak ada hubungannya dengan tim utama untuk menyelamatkan kondisi keuangan mereka.

Pihak Premier League lantas meminta para pemain bersedia untuk memotong gaji yang mereka terima sebesar 30 persen. Namun Asosiasi Pesepakbola Profesional (PFA) mengingatkan bahwa pemotongan gaji berpotensi untuk mengurangi pajak yang diterima oleh pemerintah senilai 200 juta pound sterling atau setara dengan 4 triliun rupiah.

Kebijakan pemotongan gaji lantas mendapatkan kritikan dari Rooney yang menilai hal itu hanya akan membuat para pemain sepakbola merasa dipojokkan dalam kondisi krisis seperti saat ini. Rooney lantas membeberkan cara terbaik untuk memberikan bantuan.

"Andai pihak pemerintah datang dan menemui saya untuk meminta bantuan finansial atau sekedar membelikan ventilator, saya akan dengan senang hati melakukannya - selama saya mengetahui kemana dana itu disalurkan," tulis Rooney di Sunday Times.

"Pada saat ini saya berada dalam posisi yang bisa membantu. Akan tetapi tidak semua pemain sepakbola dalam kondisi yang sama. Namun para pemain justru mendapatkan sorotan dan diminta memangkas gaji mereka 30 persen. Kenapa pemain sepakbola tiba-tiba menjadi kambing hitam?"

"Apa yang terjadi dalam beberapa hari ini benar-benar menggelikan. Semua itu dimulai ketika Hancock meminta para pemain Premier League memangkas gaji mereka. Padahal dia seharusnya menjadi orang yang memberikan segalanya bagi negara di tengah masa krisis seperti saat ini."

"Namun kenapa malah gaji para pemain sepakbola yang terpikirkan di kepalanya? Atau dia sengaja mengalihkan perhatian dari cara pemerintah dalam menangani pandemi ini?

Rooney lantas mempertanyakan motivasi membuka keputusan pemotongan gaji pemain kepada publik. Pasalnya keputusan seperti itu selama ini biasanya dilakukan secara tertutup.

"Sejujurnya saya merasa sangat aneh, pasalnya semua keputusan tentang hal ini bisanya dilakukan secara tertutup akan tetapi kali ini malah di buka kepada publik," ujarnya melanjutkan.

"Ada apa ini? Hal itu justru hanya membuat para pemain merasa dipermalukan - mereka merasa tersudut dan bertanggung jawab dengan kehilangan pendapatan. Dalam pandangan saya, sekarang situasinya tidak bisa dimenangkan. Dilihat dari sudut manapun kami akan tetap jadi sasaran empuk."

"Semua klub besar tak perlu sampai memangkas gaji pemain mereka. Apakah saat ini Anda mencoba untuk mengajarkan kepada saya bahwa klub sekelas Manchester United dan Manchester City harus memangkas gaji pemainnya 30 persen hanya untuk bertahan? Andai itu memang terjadi, maka dunia sepakbola saat ini benar-benar dalam masalah," pungkasnya.

Artikel Tag: Wayne Rooney, Premier League, Virus Corona

687  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini