Kilas Balik: Ketika Jens Lehmann Salahkan Bola Nike Setelah Arsenal Disingkirkan Chelsea di UCL 2004

Penulis: Fery Andriyansyah
Senin 04 Mei 2020, 21:30 WIB
Kilas Balik: Ketika Jens Lehmann Salahkan Bola Nike Setelah Arsenal Disingkirkan Chelsea di UCL 2004

Wayne Bridge mencetak gol kemenangan untuk Chelsea atas Arsenal di Highbury. (Foto: Getty Images)

Berita Sepak Bola: Penjaga gawang legendaris Arsenal, Jens Lehmann, menyalahkan bola yang dikeluarkan Nike atas kekalahan timnya dari Chelsea di Liga Champions musim 2003-04. Itu merupakan tahun di mana The Gunners menjuarai Premier League dengan tidak terkalahkan sepanjang musim.

Arsenal tidak mengangkat trofi lain pada musim 2003-04 selain piala emas Premier League yang dimenangkan pasukan 'The Invincibles'. Mereka disingkirkan Manchester United di semifinal Piala FA pada 3 April 2004, dan Chelsea mengakhiri harapan The Gunners untuk menjuarai Liga Champions setelah didepak dari babak perempat final tiga hari kemudian.

Untuk yang terakhir, Arsenal sejatinya memiliki keuntungan setelah meraih hasil imbang 1-1 pada leg pertama di Stamford Bridge. Dan ada kegembiraan setelah Jose Antonio Reyes memberi Arsenal keunggulan di Highbury, tetapi The Blues berhasil membalikkan keadaan pada paruh kedua.

Claude Makelele melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti pada awal babak kedua dan Lehmann tidak bisa mengantisipasinya dengan baik. Bola tergelincir dari tangannya dan Frank Lampard langsung menyambarnya untuk menyamakan kedudukan, kemudian Wayne Bridge mencetak gol di akhir pertandingan untuk membawa Chelsea ke semifinal dengan agregat 3-2 dan bertemu AS Monaco.

Selain menyalahkan jadwal Arsenal yang padat menjelang akhir musim, Lehmann juga mengkritisi keputusan UEFA untuk mengganti bola Merlin Vapor yang telah digunakan di babak grup dengan bola Nike Total 90 Aerow.

"Saya tidak mengerti dan kadang-kadang masih terjadi pada tim-tim besar, bahwa Premier League membuat jadwal di mana Anda harus bermain di akhir musim," ujar Lehmann kepada beIN Sports.

"Dalam 10 hari, apa yang terjadi pada saat itu [kami harus bermain] melawan tim-tim papan atas. Sebagus apapun sebuah tim, tidak ada yang bisa tampil setiap dua atau tiga hari sekali pada level setinggi itu. Itu adalah kerugian kami melawan Chelsea.

"Saya ingat ketika saya membuat kesalahan melawan Chelsea karena kami bermain dengan bola Nike yang baru, bolanya berbelok dan saya tidak bisa menghentikannya. Saya tidak bisa menangkapnya.

"Itu membuat skor menjadi imbang dengan gol yang dicetak Frank Lampard. Dan kemudian di menit terakhir, karena kami sangat lelah, kami tidak bisa mempertahankan hasil imbang dan kami kalah dalam pertandingan itu."

Artikel Tag: Jens Lehmann, Arsenal, Chelsea, liga champions, NIKE, Kilas Balik

766  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini