Waduh! Tak Ada Dana Yang Cair Dari Pemerintah Denmark, Piala Thomas dan Uber Terancam Batal

Penulis: Yusuf Efendi
Kamis 13 Agu 2020, 17:30 WIB
Waduh! Tak Ada Dana Yang Cair Dari Pemerintah Denmark, Piala Thomas dan Uber Terancam Batal

Piala Thomas dan Uber/[Foto:SinaSports]

Berita Badminton : Pada Rabu, 12 Agustus waktu Kopenhagen, media Denmark TV2 melaporkan bahwa jika Federasi Badminton Denmark ( DBF) tidak menerima dukungan finansial dari pemerintah, mereka kemungkinan besar akan membatalkan Kejuaran beregu paling bergengsi di dunia, Piala Thomas dan Uber tahun ini .

Meski pelatih kepala Federasi Badminton Denmark, Kenneth Jonassen, bertekad untuk menjadi tuan rumah Piala Thomas dan Uber guna memberi manfaat bagi para pemain dan penggemar di seluruh dunia, sulit bagi tuan rumah untuk tidak mempunyai sumber daya yang memadai .

Direktur Federasi Badminton Denmark, Bo Jensen, mengakui bahwa saat ini mereka sedang mengalami masalah keuangan. Jika tidak bisa mendapatkan dukungan finansial dari pemerintah Denmark, mereka bisa saja membatalkan Piala Thomas dan Uber yang digadang-gadang akan menjadi turnamen pertama setelah istirahat selama kurang lebih lima bulan akibat mewabahnya pandemi Covid-19 di seluruh dunia .

Piala Thomas dan Uber tahun ini sudah mengalami beberapa penundaan. Yang pertama Federasi Badminton Dunia ( BWF ) memutuskan menunda Piala Thomas dan Uber 2020 yang seharusnya digelar di Aarhus, Denmark, pada 16 hingga 24 Mei ditunda sampai bulan Agustus.

Namun, mewabahnya pandemi Covid-19 yang belum menunjukkan tanda-tanda penurunan, ditambah dengan kebijakan dari pemerintah Denmark yang melarang pertemuan besar hingga bulan September, membuat Federasi Badminton Dunia memutuskan untuk menunda Kembali kejuaraan yakni 3 hingga 11 Oktober mendatang .

Artikel Tag: Piala Thomas 2020, Piala Uber 2020, Badminton Denmark

617  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini