Ryan Garcia Hentikan Conor Benn dalam Dua Ronde di T-Mobile Arena

Ryan Garcia (depan) hanya membutuhkan 1 menit 25 detik pada ronde kedua untuk mengakhiri perlawanan Conor Benn. (Foto: Fight TV)
Ryan Garcia membuktikan ucapannya dengan menghentikan Conor Benn pada ronde kedua untuk mempertahankan gelar kelas welter WBC dalam pertarungan utama di T-Mobile Arena, Sabtu (12/9) malam.
Garcia (26-0, 21 KO) hanya membutuhkan 1 menit 25 detik pada ronde kedua untuk mengakhiri perlawanan Benn (25-2, 14 KO).
Wasit Thomas Taylor menghentikan pertarungan setelah Garcia menghujani Benn dengan pukulan keras ketika petinju Inggris itu berada di dekat tali ring.
Kemenangan tersebut menjadi KO tercepat Garcia dalam enam tahun terakhir. Ia terakhir kali menang lebih cepat ketika mengalahkan Francisco Fonseca melalui KO ronde pertama pada Februari 2020.
Ryan Garcia, 28 tahun, untuk pertama kalinya mempertahankan gelar WBC yang direbutnya dari Mario Barrios pada Februari.
Setelah kemenangan tersebut, ia langsung menantang juara WBA Teofimo Lopez dan juara WBO Devin Haney untuk pertarungan unifikasi.
“Teofimo, naik ke sini. Kita harus membereskan divisi ini. Saya akan mengalahkan Devin Haney lagi,” kata Garcia kepada Lopez yang hadir di arena.
Conor Benn berusaha tampil agresif sejak ronde pertama dengan menekan Garcia dan berusaha masuk ke jarak dekat.
Namun, petinju asal Essex itu segera menghadapi masalah. Hook kiri khas Garcia beberapa kali mengguncangnya sebelum sebuah pukulan kanan menjatuhkannya pada 45 detik awal ronde kedua.
Benn mampu bangkit dan menjawab hitungan wasit pada hitungan ketujuh. Namun, ia tidak pernah sepenuhnya pulih.
Garcia terus mengejarnya dengan rentetan pukulan keras ketika Benn berusaha bertahan dengan punggung menempel pada tali.
Benn sempat menghindari beberapa pukulan Garcia, tetapi Taylor akhirnya menghentikan pertarungan pada 1 menit 25 detik ronde kedua.
Benn pun menelan kekalahan KO pertama sepanjang kariernya.
Kekalahan sebelumnya bagi Conor Benn terjadi melalui keputusan mutlak dalam pertarungan pertama dari rivalitas dua laga melawan Chris Eubank Jr. pada April 2025.
Benn membalas kekalahan itu dengan menjatuhkan Eubank dua kali dan menang angka mutlak dalam rematch pada November.
Benn juga kembali bertanding di batas kelas welter untuk pertama kalinya sejak April 2022.
Ia menyebut proses menurunkan berat badan hingga 146 pound atau sekitar 66,2 kilogram sebagai pengalaman yang sangat berat.
Dalam sebuah video di media sosial, berat badannya terlihat lebih dari 30 pound di atas batas tersebut sekitar 12 jam kemudian.
Ryan Garcia mencatat kemenangan keduanya secara beruntun sejak dikalahkan Rolly Romero melalui keputusan mutlak pada Mei 2025.
Ia kini memiliki rekor 2-1 sejak naik ke kelas welter setelah pertarungannya melawan Haney pada April 2024 berakhir tanpa hasil.
Garcia sebenarnya menang atas Haney dalam perebutan gelar kelas welter junior WBC, tetapi hasil tersebut diubah menjadi no contest setelah ia dinyatakan positif ostarine.
Garcia membantah sengaja mengonsumsi zat terlarang.
Artikel Tag: teofimo lopez, ryan garcia, conor benn
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/ryan-garcia-hentikan-conor-benn-dalam-dua-ronde-di-t-mobile-arena
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini