Pelatih David Coldwell Ungkap Kunci Conor Benn Hadapi Ryan Garcia

Menurut David Coldwell, Conor Benn harus memastikan kondisi fisiknya tetap optimal selama menjalani persiapan. (Foto: Fight TV)
David Coldwell menilai Conor Benn harus mengubah pertarungan melawan Ryan Garcia menjadi duel fisik jika ingin merebut gelar kelas welter WBC di T-Mobile Arena, Las Vegas, Sabtu (12/9).
Coldwell, yang tidak menangani Benn, memahami risiko seorang petinju yang kembali turun kelas setelah lama bertarung di divisi lebih berat.
Ia pernah mengalaminya ketika melatih Tony Bellew, yang turun dari kelas berat ke kelas penjelajah untuk menghadapi Oleksandr Usyk.
Conor Benn terakhir bertarung di kelas welter pada April 2022 ketika menghentikan Chris Van Heerden pada ronde kedua.
Setelah itu, ia bertarung empat kali dengan berat di atas 150 pound, termasuk dua laga kelas menengah melawan Chris Eubank Jr.
Benn kalah angka mutlak dari Eubank pada April tahun lalu, tetapi membalas kekalahan itu tujuh bulan kemudian dengan menjatuhkan Eubank dua kali dan menang angka mutlak.
Pada laga terakhirnya, 11 April di Tottenham Hotspur Stadium, Benn mengalahkan mantan juara dunia kelas 140 pound dua kali, Regis Prograis, melalui keputusan mutlak.
Dalam laga dengan batas 150 pound itu, Benn memiliki berat 149,6 pound.
Coldwell mengingatkan bahwa penurunan berat badan dapat memengaruhi stamina, refleks, hingga kemampuan seorang petinju dalam menyerap pukulan.
Menurutnya, Benn juga harus memastikan kondisi fisiknya tetap optimal selama menjalani persiapan.
“Dia perlu mengubahnya menjadi pertarungan anjing,” kata Coldwell kepada The Ring. “Dia harus membuat kaki Ryan hampir tegak dan berada di dadanya, sehingga Ryan tidak punya ruang untuk menggunakan kakinya saat bertarung dari jarak dekat. Dengan begitu, dia bisa menguras tenaga Ryan dan mencoba mengalahkannya secara fisik.”
Namun, Coldwell mengakui strategi tersebut tidak mudah diterapkan karena Garcia merupakan petinju bertubuh besar.
Garcia, 28 tahun, memiliki rekor 25-2 dengan 20 kemenangan KO dan satu laga tanpa hasil.
Ia merebut gelar WBC kelas welter setelah mengalahkan Mario Barrios melalui keputusan mutlak pada 21 Februari di arena yang sama.
Garcia menjatuhkan Barrios dalam 30 detik pertama sebelum mengendalikan pertarungan hingga akhir.
Coldwell menilai Garcia akan lebih diunggulkan jika mampu tampil dalam kondisi terbaik. Kecepatan pukulan dan kemampuan tinjunya dapat menjadi masalah besar bagi Benn saat mencoba memperpendek jarak.
“Jika Garcia tampil seperti biasanya, saya merasa dia mengendalikan semua yang terjadi dalam pertarungan itu karena dia petinju yang terlalu bagus,” ujar Coldwell. “Benn masih terlalu mentah, sementara Garcia memukul sangat keras dan cepat.”
Menurut Coldwell, gaya kedua petinju membuat duel ini tetap berpotensi berlangsung menarik.
Namun, jika Conor Benn terluka ketika berusaha masuk ke jarak dekat, langkahnya dapat melambat dan memberi Garcia ruang serta jarak untuk mengendalikan pertarungan.
Artikel Tag: david coldwell, ryan garcia, conor benn
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/pelatih-david-coldwell-ungkap-kunci-conor-benn-hadapi-ryan-garcia
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini