Gelar WBO Hamzah Sheeraz Terancam Direbut Janibek Alimkhanuly

Hamzah Sheeraz
Berita Tinju - Hamzah Sheeraz menghadapi keputusan penting terkait statusnya sebagai juara dunia WBO kelas menengah super. Setelah berhasil merebut gelar pada Mei lalu, Sheeraz kini diwajibkan menghadapi mantan juara dunia kelas menengah, Janibek Alimkhanuly.
Sheeraz mendapatkan kesempatan merebut gelar yang kosong pada Mei. Ia memanfaatkannya dengan baik setelah menghentikan Alem Begic pada ronde kedua dalam pertarungan yang berlangsung satu arah.
Petinju Inggris tersebut kemudian menjalani pertahanan pertama pada Juli. Sheeraz menghadapi petinju kidal asal Jerman, Simon Zachenhuber, dan berhasil mempertahankan gelarnya melalui keputusan mayoritas.
Namun, tantangan berikutnya jauh lebih berat. WBO telah menetapkan Alimkhanuly sebagai penantang wajib untuk gelar Sheeraz.
Keputusan tersebut cukup menarik karena Alimkhanuly sebelumnya kehilangan sabuk IBF kelas menengah setelah dinyatakan positif menggunakan meldonium pada November tahun lalu. Meski demikian, WBO tetap mempertahankan statusnya sebagai pemegang gelar mereka pada saat itu.
Kini, persoalan tersebut berujung pada potensi pertarungan antara Alimkhanuly dan Sheeraz. Promotor kedua petinju, Queensberry dan Top Rank, gagal mencapai kesepakatan mengenai pertarungan sehingga WBO memutuskan menggelar purse bid.
Alimkhanuly juga mulai menunjukkan ketidaksabarannya terhadap situasi tersebut. Melalui media sosial, petinju Kazakhstan itu meminta Sheeraz segera menentukan sikap.
“Dia sudah terlalu lama menunda masalah ini. Kalau dia menginginkan pertarungan, katakan dan wujudkan. Kalau tidak ingin bertarung, dia harus melepaskan gelarnya. Saya tidak punya waktu untuk disia siakan,” ujar Alimkhanuly.
Purse bid akan menjadi langkah berikutnya untuk menentukan promotor yang berhak menggelar pertarungan. Presiden WBO Gustavo Olivieri telah mengonfirmasi bahwa proses tersebut akan berlangsung pada 16 September.
Pembagian hadiah pertarungan akan menggunakan skema standar 75 banding 25. Sebagai juara bertahan, Sheeraz akan mendapatkan porsi 75 persen, sedangkan Alimkhanuly memperoleh 25 persen.
Bagi Sheeraz, situasi ini menjadi ujian penting setelah baru saja membangun dirinya sebagai juara dunia. Ia harus mempertimbangkan apakah siap menghadapi salah satu petinju kelas menengah paling berbahaya dalam beberapa tahun terakhir atau memilih melepaskan sabuk WBO.
Sementara itu, Alimkhanuly memiliki motivasi besar untuk merebut gelar di divisi yang lebih tinggi. Setelah sebelumnya menguasai kelas menengah, pertarungan melawan Sheeraz dapat menjadi kesempatan untuk kembali menjadi juara dunia sekaligus membuktikan kemampuannya di kelas menengah super.
Keputusan Hamzah Sheeraz dalam beberapa hari ke depan akan menentukan arah kariernya sekaligus masa depan gelar WBO kelas menengah super.
Artikel Tag: wbo, kelas menengah, kelas menengah super, janibek alimkhanuly, hamzah sheeraz
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/gelar-wbo-hamzah-sheeraz-terancam-direbut-janibek-alimkhanuly
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini