Canelo Alvarez Kritik Gaya Bertarung Christian Mbilli

Canelo Alvarez dan Christian Mbilli
Berita Tinju - Saul Canelo Alvarez akan menghadapi Christian Mbilli dalam pertarungan perebutan gelar WBC kelas menengah super pada 31 Oktober mendatang di Riyadh, Arab Saudi. Duel tersebut menjadi kesempatan bagi Canelo untuk kembali merebut sabuk WBC yang sebelumnya berada dalam koleksinya.
Mbilli saat ini berstatus sebagai juara dunia WBC kelas menengah super setelah sebelumnya memegang gelar interim. Ia mendapatkan status juara penuh pada Januari 2026 setelah Terence Crawford tidak lagi memegang sabuk tersebut.
Pertarungan Canelo dan Mbilli sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada September. Namun, duel tersebut kemudian ditunda hingga 31 Oktober karena alasan keluarga yang disampaikan Canelo. DAZN mengonfirmasi perubahan jadwal tersebut.
Pertemuan ini juga menjadi ujian penting bagi Canelo setelah mengalami kekalahan melalui keputusan mutlak dari Terence Crawford. Petinju asal Meksiko tersebut sebenarnya mampu memberikan perlawanan, tetapi akhirnya harus kehilangan gelar dalam pertarungan yang berlangsung di Las Vegas.
Sementara itu, Mbilli belum mengalami kekalahan sepanjang karier profesionalnya. Ia memiliki rekor 29 kemenangan dan satu hasil imbang, dengan 24 kemenangan diraih melalui knockout.
Hasil imbang tersebut terjadi ketika Mbilli menghadapi Lester Martinez pada September 2025. Pertarungan berlangsung selama 10 ronde dan membuat Mbilli mempertahankan gelar interim WBC pada saat itu.
Menariknya, Canelo Alvarez justru tidak terlalu terkesan dengan penampilan Mbilli dalam duel tersebut. Menurutnya, Mbilli dan Martinez terlalu sering bertukar pukulan tanpa menunjukkan variasi teknik yang cukup.
“Tidak, saya tidak terkesan dengan Mbilli maupun Martinez. Mereka menerima dan melepaskan pukulan seperti orang gila. Mereka memang kuat, tetapi itu bukan tinju,” ujar Canelo kepada DAZN.
Meski mengkritik kemampuan teknis Mbilli, Canelo tetap mengakui bahwa lawannya memiliki keunggulan fisik yang dapat menyulitkannya. Mbilli dikenal memiliki gaya agresif dengan tekanan tinggi dan kemampuan menyerap banyak pukulan.
Faktor tersebut menjadi semakin penting karena Canelo kini berusia 36 tahun. Setelah menjalani karier panjang di level elite, petinju Meksiko tersebut harus menghadapi lawan yang lebih muda dan memiliki stamina serta kekuatan fisik yang sangat baik.
Bagi Canelo Alvarez, duel melawan Mbilli bukan hanya kesempatan untuk merebut kembali sabuk WBC. Pertarungan ini juga menjadi pembuktian bahwa dirinya masih mampu bersaing di level tertinggi kelas menengah super setelah kekalahan dari Crawford.
Sementara bagi Christian Mbilli, kemenangan atas salah satu petinju terbesar generasinya akan menjadi pencapaian terbesar dalam karier profesional sekaligus memperkuat statusnya sebagai salah satu kekuatan utama di kelas 168 pound.
Artikel Tag: wbc, saul canelo alvarez, kelas menengah super, christian mbilli
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/canelo-alvarez-kritik-gaya-bertarung-christian-mbilli
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini