Conor Benn Dihadapkan pada Pilihan Sulit usai Kalah dari Ryan Garcia

Conor Benn tersungkur di ronde kedua saat menghadapi Ryan Garcia di Las Vegas pada Sabtu (12/9). (Foto: Fight TV)
Conor Benn menghadapi pekerjaan berat untuk membangun kembali kariernya setelah kalah telak dari Ryan Garcia dalam pertarungan kelas welter di Las Vegas, Sabtu (12/9).
Benn tumbang pada ronde kedua akibat pukulan kanan Garcia yang cepat dan keras, lalu tidak mampu bangkit untuk mengubah jalannya pertarungan.
Kekalahan tersebut menunjukkan kesenjangan kemampuan Benn dengan sejumlah petinju elite seperti Garcia, Devin Haney, Teofimo Lopez, dan Shakur Stevenson.
Menurut sesama petinju Inggris, Jack Catterall, Benn seharusnya memiliki lebih banyak pertarungan di level menengah sebelum menghadapi petinju kelas dunia.
“Level itu penting dalam tinju. Memenangi gelar Inggris dan membuktikan diri sebagai yang terbaik di negara sendiri sebelum naik ke level dunia. Pertarungan menengah penting untuk perkembangan,” tulis Catterall di media sosial.
Conor Benn datang ke pertarungan besar tersebut tanpa pernah memegang gelar Inggris, British, maupun Commonwealth.
Popularitas dan daya tarik komersialnya membuat dia mendapat kesempatan besar, meski pengalaman bertanding melawan petinju elite belum sebanyak lawan-lawannya.
Garcia pun menilai Benn masih membutuhkan pengalaman.
“Dia persis seperti yang saya pikirkan. Dia hanya perlu mendapatkan lebih banyak pengalaman. Menurut saya, dia belum punya cukup pengalaman saat ini, tetapi saya pikir dia akan kembali,” kata Garcia.
Di sisi lain, keberanian, dedikasi, dan daya juang Benn tidak diragukan.
Petinju berusia 29 tahun itu bahkan mampu bangkit setelah menerima pukulan telak Garcia. Dia juga harus menjalani proses berat untuk kembali ke batas 147 pound.
Benn sebelumnya menyatakan tidak akan bertahan di kelas welter. Karena itu, dia kemungkinan naik ke kelas menengah 160 pound atau bahkan supermenengah 168 pound.
Namun, proses membangun kembali kariernya tidak mudah.
Conor Benn masih memiliki empat pertarungan dalam kontrak bernilai jutaan dolar dengan Zuffa Boxing.
Dengan bayaran besar tersebut, sulit membayangkan dia menghadapi lawan tanpa nama.
Pilihan menghadapi petinju peringkat 10 besar juga berisiko karena mereka kemungkinan memiliki pengalaman lebih banyak.
Pertarungan trilogi melawan Chris Eubank Jr. menjadi opsi yang paling mungkin.
Rekor persaingan mereka saat ini 1-1, sehingga kemenangan ketiga bisa mengembalikan Benn ke jalur perebutan gelar.
Namun, pertarungan itu mungkin sudah kehilangan daya tarik setelah laga pertama yang spektakuler dan rematch yang kurang menghibur.
Eubank Jr. bahkan kembali menyindir Benn melalui media sosial setelah kekalahan tersebut. “Selamat datang di klub ‘bertarung setelah terlalu banyak menurunkan berat badan’,” tulisnya.
Pilihan lain adalah menghadapi juara dunia kelas menengah IBF Aaron McKenna, tetapi pertarungan itu diperkirakan tidak memiliki daya tarik publik sebesar duel melawan Eubank Jr. atau Garcia.
Kekalahan dari Garcia membuat langkah berikutnya menjadi sangat penting.
Conor Benn masih memiliki waktu untuk berkembang, tetapi pertarungan berikutnya akan menentukan apakah dia mampu kembali mengejar level dunia.
Artikel Tag: chris eubank jr, ryan garcia, conor benn
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/conor-benn-dihadapkan-pada-pilihan-sulit-usai-kalah-dari-ryan-garcia
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini