Langkah Lorenzo Sonego Menuju Final Di Wina Tak Terbendung

Penulis: Dian Megane
Minggu 01 Nov 2020, 10:19 WIB
Lorenzo Sonego incar gelar kedua dalam kariernya di Vienna Open 2020 [image: getty images]

Lorenzo Sonego lolos ke final turnamen ATP level 500 pertama di Vienna Open [image: getty images]

Berita Tenis: Lorenzo Sonego mengklaim kemenangan yang ia deskripsikan sebagai kemenangan terbaik dalam hidupnya ketika mengalahkan Novak Djokovic di perempatfinal Vienna Open musim ini.

Kepercayaan diri petenis berkebangsaan Italia tampak jelas ketika ia bermain dengan impresif demi melaju ke final Vienna Open.

Petenis peringkat 42 dunia yang berkompetisi di semifinal turnamen ATP level 500 pertama dalam kariernya, menumbangkan petenis berkebangsaan Inggris, Dan Evans dengan 6-3, 6-4 dalam waktu 1 jam 21 menit dan membukukan partai puncak melawan petenis berkebangsaan Rusia yang tengah memanas, Andrey Rublev.

“Saya benar-benar senang,” seru Sonego. “Setelah pertandingan sebelumnya, tidak mudah bertanding melawan Evans karena ia memiliki bakat yang luar biasa. Ia memiliki backhand yang apik dan tidak mudah mengatasinya. Tetapi saya menang dan saya begitu senang.”

Petenis berusia 25 tahun kalah di babak terakhir kualifikasi melawan petenis berkebangsaan Slovenia, Aljaz Bedene, tetapi ia memasuki undian pertandingan utama Vienna Open sebagai lucky loser ketika Diego Schwartzman mengundurkan diri. Ia menjadi lucky loser pertama yang melaju ke final Vienna Open sejak petenis tuan rumah, Andreas Haider Maurer pada musim 2010.

“Sungguh menakjubkan. Saya mengawali turnamen ini dengan kalah di babak kualifikasi. Tidak mudah rasanya setelah kalah di babak kualifikasi untuk memenangkan empat pertandingan dan kini saya berada di final,” seru Sonego.

“Saya tidak berharap tinggi. Saya akan bermain dengan penuh percaya diri dan saya akan melakukan yang terbaik”

Petenis berkebangsaan Italia sebelumnya belum pernah bertemu Evans, tetapi ia berhasil mengatasi salah satu petenis dengan strategi terbaik. Musim ini, Evans telah mengantongi delapan kemenangan atas petenis peringkat 20 besar, salah satu caranya adalah dengan mengeluarkan mereka dari zona nyamanya menggunakan sudut dan spin yang mumpuni.

Namun petenis peringkat 42 dunia menetapkan alur pertandingan dengan pukulannya yang bertenaga demi mencegah Evans menemukan ritme pertandingan dan ia secara konsisten menggunakan forehand dropshot di sepanjang pertandingan.

“Pekan ini saya pastinya meningkatkan permainan tenis saya. Saya meningkatkan servis dan pengembalian saya. Saya berlatih begitu keras dan saya memiliki kepercayaan diri untuk memenangkan pertandingan ini dan mendapatkan pengalaman,” tambah Sonego yang menelan 10 kekalahan secara beruntun di turnamen hard-court.

Memasuki set kedua, Evans berusaha membalikkan keadaan, tetapi petenis berkebangsaan Italia mendapatkan jawaban atas semua pukulan Evans dan memenangkan 78 persen poin dari servisnya sebelum keluar sebagai pemenang.

Sonego akan bertemu Rublev untuk kali pertama di final Vienna Open musim ini. Rublev akan mengejar gelar kelimanya pada musim ini, sementara Sonego mengincar gelar kedua dalam kariernya.

Artikel Tag: Tenis, Vienna Open, Lorenzo Sonego, Dan Evans, Andrey Rublev

1580  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini