Ketika Aryna Sabalenka Sempat Berpikir Untuk Berhenti

Penulis: Dian Megane
Kamis 16 Apr 2026, 14:18 WIB - 101 views
Ketika Aryna Sabalenka Sempat Berpikir Untuk Menyerah

Aryna Sabalenka [image: Mike Frey-Imagn Images]

Ligaolahraga.com -

Berita Tenis: Aryna Sabalenka blak-blakkan tentang momen terbaik dalam kariernya dan merenungkan evolusi mentalnya, kesalahan-kesalahannya, dan keseimbangan yang telah membawanya mendominasi turnamen WTA.

Juara Miami Open musim 2026 tengah melalui salah satu momen paling dominan di sepanjang kariernya. Ia mengawali musim ini dengan otoritas luar biasa, termasuk menyandingkan gelar prestisius di Indian Wells dan Miami. Lebih dewasa, lebih stabil, dan dengan kepercayaan diri yang tampak tidak tergoyahkan, ia telah mengubah kekuatannya menjadi versi diri yang jauh lebih komplit.

Namun di atas performanya di lapangan, hal paling menonjol di fase ini adalah harmoni yang tampak telah ia temukan di antara menjadi seorang petenis dan seorang individu. Kehidupannya di luar lapangan telah jauh lebih stabil dan kerja keras dalam mengatur emosi telah membentuknya menjadi juara yang berbeda. Ia sendiri merenungkan hal tersebut dalam sebuah wawancara dengan Esquire.

Alih-alih menyembunyikan kontradiksi dalam dirinya, petenis peringkat 1 dunia justru menerimanya sebagai bagian penting proses yang telah membawanya ke puncak.

“Di lapangan, saya agresif, emosional, saya harus mengerahkan kemampuan terbaik tenis saya. Di luar lapangan, saya sama sekali berbeda. Saya menyeimbangkan kedua kepribadian itu dengan sangat baik,” ungkap Sabalenka terkait dua hal kontras yang ia akui dan kelola.

Ia tidak menampik masa lalu, sebaliknya, ia menerimanya.

“Anda memukul sekeras mungkin, melepaskan semua tekanan, lalu melepaskannya ketika raket rusak. Maaf, Wilson,” lanjut Sabalenka.

Namun, kini kontrol telah menjadi bagian dari permainannya.

“Saya akan selalu menjadi diri saya sendiri, tetapi ada batasan yang jika dilanggar, anda akan menjadi orang yang mengerikan dan anda tidak boleh melewatinya,” tutur petenis peringkat 1 dunia.

“Pada musim 2022, saya tidak bisa melakukan servis. Itu sesuatu yang tidak saya harapkan terjadi pada musuh terburuk saya sekalipun. Anda selalu melakukan sesuatu di sepanjang hidup anda, lalu tiba-tiba hal itu tidak bekerja dengan baik lagi. Anda hanya ingin menyerah.”

“Periode itu membuat saya lebih kuat daripada sebelumnya. Kini, saya tahu bahwa bahkan tanpa servis, saya bisa berjuang dan berusaha untuk menang. Ketika saya melakukan servis, saya memikirkan tentang tujuan, tentang beberapa poin kunci. Ketika anda rileks, servis luar biasa akan keluar. Jika anda memaksanya, hanya ketegangan yang muncul.”

Bagi petenis berusia 27 tahun, kedewasaan juga melibatkan tentang belajar dari kesalahan. Seperti setelah kekalahan di final French Open musim 2025 melawan Cori Gauff.

“Di konferensi pers, saya tidak tahu apa yang saya katakan. Saya terlalu gugup. Lalu saya memeriksa statistic, berdiskusi bersama tim saya, dan mengubah pikiran saya. Saya menulis permintaan maaf kepada Cori.”

“Selama turnamen, saya tidak minum (minuman keras), tetapi setelah kemenangan besar, saya merayakannya. Penting untuk menemukan keseimbangan. Menghilangkan semua hal dalam hidup bukanlah hal yang sehat. Anda berisiko kehilangan kendali.”  

Artikel Tag: miami open, french open, aryna sabalenka

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/ketika-aryna-sabalenka-sempat-berpikir-untuk-berhenti
101
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini