Cori Gauff Ambil Pelajaran Dari Roma Jelang Pertahankan Gelar Di Paris

Cori Gauff [image: reuters]
Berita Tenis: Dengan usaha mempertahankan gelar di Paris yang akan berlangsung kurang lebih sepekan lagi, Cori Gauff tidak ingin terlalu banyak memikirkan detail dari kekalahan yang mengecewakan dari Elina Svitolina di final Italian Open, Roma musim 2026.
Namun, hal-hal yang akan tetap diingat petenis AS adalah pelajaran yang telah dipetik dari pertandingan tersebut.
Petenis unggulan ketiga hanya berhasil memanfaatkan tiga dari 17 peluang break point yang ia ciptakan dalam perjalanan menelan kekalahan tiga set final Italian Open -- kekalahan ketiganya dari Svitolina pada musim ini -- dan mengatakan bahwa ia gagal memanfaatkannya karena ia menjadi "terlalu pasif di momen-momen tertentu."
Petenis yang telah mengantongi dua gelar Grand Slam mengakui bahwa begitu petenis unggulan ketujuh, Svitolina mulai menyerang lebih agresif, ia malah mundur daripada meningkatkan intensitas permainannya sendiri. Tren tersebut terlihat jelas bukan hanya di final, tetapi di sepanjang pekan dan sesuatu yang akan ia dan tim pelatihnya fokuskan menjelang Grand Slam kedua musim ini, French Open.
"Saya rasa bukan berarti saya harus lebih ofensif karena mendapatkan bola-bola pendek dan sebagainya, tetapi memanfaatkan dan berupaya memanfaatkan bola-bola pendek tersebut, memiliki rencana yang lebih matang tentang apa yang harus dilakukan dengan bola-bola itu. Saya rasa saya mendapatkan banyak bola pendek kali ini dan tidak melakukan apa pun dengannya," jelas Gauff.
"Setiap petenis, ketika tertinggal, mereka mulai bermain dengan lebih agresif, mereka mulai berusaha mencetak angka. Saya harus menyadari itu. Saya pikir itu adalah sesuatu yang tidak boleh menurunkan intensitas permainan saya ketika saya unggul."
Namun, petenis berusia 22 tahun menambahkan bahwa ia memiliki alasan untuk merasa senang, karena ia mengatakan bahwa pencapaiannya sebagai runner up untuk kali kedua secara beruntun di Roma telah menguji hampir setiap skenario yang dapat dihadapi seorang petenis sebelum Grand Slam.
Petenis AS percaya bahwa pengalaman-pengalaman tersebut dapat menjadi keuntungan ketika ia tiba sebagai juara bertahan di Grand Slam untuk kali kedua dalam kariernya.
Ia mengakui tekanan menguasai dirinya pada kesempatan pertama, di mana ia terpuruk hingga kalah di babak keempat dari rekan senegaranya, Emma Navarro di US Open musim 2024 dengan serangkaian pelanggaran ganda dan unforced error. Tekanan itu akan kembali lagi klaim sang petenis dan ia berharap dapat mengatasinya dengan lebih baik.
"Saya pernah tertinggal, unggul, kehilangan keunggulan, saya pernah berada di final, tertinggal dengan peluang match point [melawan Iva Jovic di babak keempat]. Semoga saya bisa belajar dari setiap skenario dan tampil lebih baik. Ada banyak hal positif yang bisa saya ambil dari turnamen ini," tambah Gauff.
Artikel Tag: elina svitolina, french open, italian open, cori gauff
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/cori-gauff-ambil-pelajaran-dari-roma-jelang-pertahankan-gelar-di-paris
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini