Juan Martin Del Potro Menolak Untuk Menyerah Dalam Wujudkan Mimpi

Penulis: Dian Megane
Rabu 08 Sep 2021, 21:25 WIB
Bagi Juan Martin del Potro, ini adalah pertandingan terberat dalam hidupnya

Juan Martin del Potro jadi analis tamu untuk ESPN berbahasa Spanyol di US Open 2021

Ligaolahraga.com -

Berita Tenis: Sulit untuk menyalahkan Juan Martin del Potro atas tekad dan kepercayaan terhadap permainannya mempertimbangkan semua hal yang telah ia lalui.

Dalam banyak kesempatan, petenis berkebangsaan Argentina memikirkan untuk pensiun dari dunia tenis selamanya akibat sejumlah cedera yang telah memaksanya menepi dari turnamen selama berbulan-bulan.

Namun, juara US Open musim 2009 dengan suatu cara bisa bangkit dengan memukau. Operasi pertama yang ia jalani terjadi pada musim 2010 di pergelangan tangan kirinya, diikuti dengan tiga operasi lain di pergelangan tangan kanan pada periode 2014 dan 2015.

Setelah operasi tersebut, petenis berkebangsaan Argentina kembali berkiprah di turnamen dan memenangkan sejumlah gelar, termasuk medali perak Olimpiade nomor tunggal di Rio de Janeiro musim 2016.

Dua musim setelah itu, petenis berkebangsaan Argentina menghuni peringkat tertinggi dalam kariernya sampai saat ini, peringkat 3 dunia. Ia tampil penuh kekuatan sebelum cedera kembali menyerangnya.

Di Shanghai musim 2018, del Potro mematahkan tempurung lututnya sebelum mencederai bagian yang sama 12 bulan kemudian di Queen’s Club. Sekali lagi ia harus menepi dari dunia tenis dan belum kembali berkompetisi setelah menjalani tiga operasi lutut, termasuk operasi terakhir yang ia jalani pada Maret lalu.

“Saya senang dengan tantangan. Itu bisa tantangan tenis atau tantangan berbeda dalam kehidupan dan itu adalah pertandingan terberat dalam karier saya karena saya tidak bisa berhadapan dengan cedera seperti itu, rasa sakit seperti yang saya rasakan, tetapi saya masih berusaha,” jelas del Potro kepada ESPN.

“Saya mempercayai diri saya sendiri bahwa semua ini akan berlalu dan saya pikir itu adalah pesan kepada anak-anak muda, semua petenis, semua orang di seluruh dunia bahwa mereka tidak perlu menyerah untuk mewujudkan mimpi mereka dan itu yang saya lakukan.”

Pekan ini, petenis berusia 32 tahun kembali ke Flushing Meadows, New York di mana ia mencapai kemenangan terbesar dalam kariernya sampai saat ini. Pada musim 2009 ketika ia berusia 20 tahun, ia mengantongi kemenangan beruntun atas Rafael Nadal dan Roger Federer untuk memenangkan US Open serta menjadi petenis putra termuda yang melakukannya dalam sejarah US Open.

Menurut US Open.com, kunjungan petenis berusia 32 tahun ke New York di antaranya melakoni pertandingan melawan John McEnroe dan menjadi analis tamu untuk siaran ESPN berbahasa Spanyol. Tentu, ia juga memiliki waktu untuk menyaksikan rekan sesama petenis untuk beraksi.

“Ketika saya menyaksikan pertandingan Medvedev, saya merasa sedikit frustasi menyaksikan para petenis bermain dan saya berada di tepi lapangan, bukan menjadi pihak yang bermain dan berjuang demi trofinya,” aku del Potro.

“Hal itu yang terjadi kepada saya saat ini, tetapi saya akan tetap berjuang untuk melangkah dan mudah-mudahan musim depan saya bisa kembali beraksi dan bermain tenis.”

Hanya waktu yang bisa menjawab bagaimana petenis berkebangsaan Argentina akan menjadi salah satu ancaman lagi di dunia tenis. Meskipun tidak ada pertanyaan bahwa ia masih percaya ia bisa mengalahkan petenis terbaik, jika tubuhnya mengizinkan untuk melakukannya.

Jika semua berjalan sesuai rencana, del Potro menargetkan untuk kembali berkompetisi pada musim 2022, dua musim setengah sejak ia terakhir kali beraksi di turnamen. Rencana terkait kapan atau di mana ia akan kembali masih belum diputuskan.

Artikel Tag: Tenis, US Open, Juan Martin Del Potro

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/juan-martin-del-potro-menolak-untuk-menyerah-dalam-wujudkan-mimpi
684  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini