Komite Olimpiade Internasional Bela Partisipasi Atlet Israel di Paris 2024

Penulis: Hanif Rusli
Selasa 07 Nov 2023, 10:34 WIB
Komite Olimpiade Internasional membela partisipasi atlet Israel di Paris 2024. (Foto: Inside The Games)

Komite Olimpiade Internasional membela partisipasi atlet Israel di Paris 2024. (Foto: Inside The Games)

Ligaolahraga.com -

Konflik bersenjata yang sedang berlangsung antara Israel dan Palestina juga berdampak pada dunia olahraga, termasuk jelang Olimpiade Paris 2024.

Hal ini terbukti, misalnya, dengan relokasi klub basket Maccabi Tel Aviv di EuroLeague dan mundurnya tiga tim Israel (Bnei Herzliya, Ironi Ness Ziona, dan Hapoel Galil Elyon) dari Liga Champions FIBA.

Kekerasan yang meningkat, yang ditandai dengan pertempuran dan pengeboman setiap hari sejak 7 Oktober, ketika Hamas (organisasi yang dianggap teroris oleh Uni Eropa) melakukan aksi teroris di wilayah Israel yang mengakibatkan ratusan korban jiwa, mendorong respons yang menyebabkan lebih dari 10.000 korban jiwa di wilayah Palestina, menurut angka-angka yang belum dikonfirmasi oleh organisasi tersebut.

Di tengah-tengah semua ini adalah dunia olahraga dan atlet, dengan Olimpiade Paris 2024 yang sebentar lagi akan segera berlangsung. Dalam hal ini, Komite Olimpiade Internasional (IOC) telah angkat bicara mengenai aspek olahraga dan keamanan.

Kantor berita Jerman, DPA, menerbitkan pernyataan dari seorang juru bicara, yang memastikan bahwa IOC tidak akan terlibat dalam perilaku diskriminatif terhadap para atlet Israel di Paris 2024.

Lebih lanjut, juru bicara tersebut menyatakan, "IOC berkomitmen pada tanggung jawab individu, dan para atlet tidak dapat dimintai pertanggungjawaban atas tindakan pemerintah mereka. Jika tidak, tindakan cepat akan diambil, seperti yang terjadi selama Olimpiade Tokyo 2020".

Selama Olimpiade Tokyo 2020, yang ditunda selama satu tahun karena COVID, judoka Aljazair Fethi Nourine mengundurkan diri untuk menghindari potensi konfrontasi dengan atlet Israel Tohar Butbul, yang mengakibatkan IOC menjatuhkan skorsing 10 tahun kepada atlet dan pelatihnya

Mengenai keamanan, perlu diingat kembali salah satu insiden paling tragis dalam sejarah Olimpiade. Pada 5 September 1972, selama penyelenggaraan Olimpiade Munich, militan Palestina menyandera 11 anggota kontingen Israel di Kampung Olimpiade.

Para teroris mengaku sebagai bagian dari gerakan Black September dan menuntut pembebasan para tahanan Palestina yang ditahan Israel. Insiden ini berakhir dengan intervensi polisi yang tidak dapat mencegah kematian semua sandera, satu polisi, dan lima dari delapan penyerang.

Dalam konteks ini, Prancis saat ini berada pada tingkat siaga anti-terorisme tertinggi. Komite Penyelenggara Paris 2024, di bawah kepemimpinan Toni Estanguet, telah menekankan bahwa keamanan menjadi bagian integral dari proyek ini sejak awal. Ketika proyek ini diluncurkan, Prancis menjadi target serangan. Pihak berwenang dan Paris 2024 telah memastikan bahwa keamanan adalah prioritas utama untuk kesuksesan Olimpiade.

Namun, pernyataan IOC mengenai atlet yang tidak bertanggung jawab atas keputusan para pemimpin negara mereka mendapatkan kritikan keras di Rusia.

Mereka percaya adanya standar ganda, karena para atletnya telah dikeluarkan dari Olimpiade Musim Dingin 2022 di Beijing dan tidak akan berpartisipasi dalam Olimpiade Paris 2024 karena konflik yang sedang berlangsung dengan Ukraina.

Penting untuk dicatat bahwa organisasi Olimpiade merekomendasikan agar federasi-federasi mengizinkan atlet-atlet Rusia dan Belarusia untuk berpartisipasi sebagai atlet netral.

Namun IOC malah menangguhkan Komite Olimpiade Rusia (ROC) pada bulan Oktober lalu, karena memasukkan wilayah-wilayah Ukraina (Donetsk, Kherson, Lugansk, dan Zaporizhia), yang merupakan pelanggaran terhadap Piagam Olimpiade.

Pada 6 November, ROC mengajukan banding atas skorsingnya ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

"Kami menuntut penolakan yang jelas dan tegas dari IOC atas praktik standar ganda, penerapan yang ketat atas perlakuan yang sama untuk semua atlet tanpa kecuali, dan tanpa diskriminasi dengan alasan apa pun," kata Maria Zakharova, Direktur Departemen Informasi dan Pers Kementerian Luar Negeri Rusia.

Tanggapan IOC sangat cepat, 'Langkah-langkah dan rekomendasi yang diadopsi adalah konsekuensi dari invasi tentara Rusia ke Ukraina selama Olimpiade Musim Dingin dan Paralimpiade di Beijing 2022. Ini merupakan pelanggaran Gencatan Senjata Olimpiade, yang berlaku pada saat itu, serta pelanggaran terhadap Piagam Olimpiade.

Artikel Tag: paris 2024

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/olahraga-lain/komite-olimpiade-internasional-bela-partisipasi-atlet-israel-di-paris-2024
1274  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini